Nasir Nurdin: Melanjutkan Pengabdian untuk PWI Aceh 2026-2031

Headline139 Dilihat

BANDA ACEH – Genderang demokrasi bertajuk Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh, mulai bertalu. Sejumlah nama mulai disebut-sebut bakal maju sebagai calon Ketua PWI Aceh 2026-2031.

Salah satu yang telah resmi menyatakan diri maju sebagai calon ketua adalah Nasir Nurdin. Sang petahana ini resmi menyampaikan tekad untuk menjadi kontestan pada Konferprov XIII PWI Aceh yang dijadwalkan berlangsung di Banda Aceh, 20-22 November 2026.

banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130

Pernyataan Nasir disampaikan Sabtu, 18 Juli 2026 menyahuti pertanyaan anggota PWI Aceh, apakah dirinya kembali maju pada pesta demokrasi di tubuh organisasi profesi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia itu.

Mengawali deklarasinya, Nasir mengatakan,
dalam kapasitas sebagai ketua dan Pengurus PWI Aceh periode berjalan (2021-2026), dirinya bertanggungjawab penuh untuk suksesnya agenda konferprov.

Terkait adanya kader-kader PWI Aceh yang sedang melakukan penggalangan untuk maju sebagai kandidat ketua, menurutnya sah-sah saja sebagai perwujudan demokrasi di organisasi.

Meski demikian, Nasir sempat mengingatkan jika yang maju adalah sosok pengurus periode berjalan supaya tidak melupakan tugas dan tanggung jawab terhadap organisasi yang masih tersisa beberapa bulan ke depan.

Selanjutnya, mengenai pertanyaan apakah dirinya akan maju lagi sebagai kandidat Ketua PWI Aceh untuk periode lima tahun ke depan, sebenarnya dia tak ingin menjawab dulu pertanyaan itu karena masih ada tugas yang harus diselesaikan agar roda organisasi tetap berjalan—termasuk sukses konferprov.

“Awalnya, saya berencana akan menyampaikan sikap sesuai tahapan yang disusun SC,” kata Nasir Nurdin.

Namun, lanjut Pemred Theaceh.post.com dan Portalnusa.com tersebut, karena melihat dinamika pra-konferprov—ada tim kandidat yang sudah mulai bergerak bahkan ada yang mulai menebar janji macam-macam, maka desakan agar dirinya menyatakan sikap semakin menguat.

“Maka atas kepercayaan kawan-kawan agar saya melanjutkan kepemimpinan PWI Aceh periode 2026-203, dengan mengucapkan Bismilllah saya nyatakan siap mengemban amanah tersebut, meski secara resmi saya akan memberikan pernyataan sesuai tahapan yang akan ditetapkan oleh Panitia Pengarah,” ujar Nasir Nurdin.

Bagi Nasir, maju untuk periode kedua adalah meneguhkan pengabdian untuk lima tahun ke depan. Hal ini bukan soal jabatan melainkan menuntaskan kerja-kerja organisasi yang perlu disempurnakan.

Setidaknya, Nasir mengemukakan ada empat program strategis yang harus diwujudkan dalam waktu lima tahun ke depan.

Pertama, meningkatkan profesionalisme jurnalisme di Aceh.

Ia sadar betul, wartawan di era digital harus terus mengasah kemampuan diri.

Termasuk, memahami hukum pers, kode etik, kode perilaku dan seabrek aturan lain yang berkaitan dengan tugas jurnalistik.

“Pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) adalah solusinya. Karenanya, program ini harus berkelanjutan,” sebut Nasir.

Kedua, memperkuat organisasi PWI Aceh.

Nasir menjelaskan, pascaperubahan PD/PRT menjadi AD/ART yang telah disempurnakan PWI Pusat, terdapat sejumlah klausul pasal yang baru diterapkan dan harus menjadi pijakan semua pihak dalam menyelenggarakan roda organisasi.

Begitu pula dengan turunan AD/ART, berupa Peraturan Organisasi (PO) yang sedang digodok di tingkat pusat.

“Tata kelola organisasi harus modern. Akuntabel dan efisien. Ini menjadi momentum penguatan organisasi, khususnya di lingkup PWI Aceh,” beber Nasir.

Ketiga, mendorong inovasi dan adaptasi digital.

Hal ini, menjadi keharusan bagi pengurus PWI Aceh 2026-2031, agar inovasi berbasis digital bisa mempermudah akses, layanan dan program kerja.

“Digitalisasi database keanggotaan, pelayanan administrasi bagi anggota dan pengurus PWI kab/kota, adalah keharusan yang perlu diterapkan lima tahun mendatang,” katanya.

Keempat, kesejahteraan anggota PWI Aceh.

Program ini harus benar-benar diperhatikan dan menjadi prioritas. Karena, wartawan yang sejahtera akan meningkatkan kualitas dirinya.

Kesejahteraan ini, kata Nasir, tidak hanya soal penghasilan. Tapi juga dari sisi kepemilikan rumah, terjamin kesehatan dan adanya usaha organisasi.

“Koperasi Tinta Emas PWI Aceh sudah terbentuk. Kita berharap akan optimal dalam periode ke depan dan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan anggota,” harap Nasir.

Nasir berharap, niatnya untuk mengabdi mendapat ridha Allah SWT dan didukung oleh segenap anggota PWI Aceh.

“PWI adalah rumah besar. Butuh gerakan kolektif untuk organisasi ini berkembang dan maju. Mohon dukungan, mari menuju kegemilangan,” pungkas Nasir Nurdin. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *