ACEH TAMIANG — Proses pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus menunjukkan perkembangan positif. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mulai melakukan pembersihan lumpur yang menutupi area Stadion Aceh Tamiang, salah satu fasilitas olahraga utama masyarakat.
Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat jenis Bobcat Backhoe Loader untuk mengangkat endapan lumpur yang mengeras akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu. Stadion yang sebelumnya tidak dapat digunakan kini mulai dibenahi secara bertahap agar kembali dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas olahraga.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, S.STP., MSP menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementerian PU bersama PT WIKA dalam membantu pemulihan fasilitas publik tersebut.
“Pembersihan ini sangat membantu. Stadion merupakan fasilitas penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan para atlet di Aceh Tamiang,” ujar Farij.
Ia menjelaskan, lumpur yang telah mengeras dikorek menggunakan Bobcat Backhoe Loader, kemudian diangkut ke lokasi pembangunan Masjid Agung Aceh Tamiang untuk dimanfaatkan sebagai material tanah timbun.
Menurut Farij, langkah itu tidak hanya mempercepat pemulihan stadion, tetapi juga memberi manfaat bagi pembangunan infrastruktur daerah, khususnya pembangunan rumah ibadah kebanggaan masyarakat Aceh Tamiang tersebut.
“Di satu sisi stadion dibersihkan agar kembali dapat digunakan untuk aktivitas olahraga, di sisi lain material lumpur dimanfaatkan untuk kebutuhan timbunan pembangunan Masjid Agung Aceh Tamiang,” jelasnya.
Selain Stadion Aceh Tamiang, Disparpora juga telah mengusulkan sejumlah fasilitas olahraga lain agar turut mendapatkan bantuan pembersihan dari Kementerian PU dan PT WIKA.
Lokasi yang diusulkan di antaranya Lapangan Sepak Bola Meusafat Simpang IV Upah di Kecamatan Karang Baru serta Lapangan Sepak Bola Pertamina Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru.
“Kami berharap dua lokasi ini juga menjadi titik pembersihan pihak Kementerian PU dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk agar aktivitas olahraga dapat kembali berjalan,” ungkap Farij.
Pembersihan fasilitas olahraga tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, sekaligus menghidupkan kembali aktivitas masyarakat yang sempat terganggu akibat banjir.












