ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang secara resmi menyerahkan hunian sementara (huntara) kepada 163 kepala keluarga (KK) di Kampung Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, pada Kamis (16/4/2026).
Penyerahan ini menjadi titik balik dan langkah awal pemulihan bagi warga yang sebelumnya terdampak bencana, memberikan tempat berteduh yang layak sembari menanti pembangunan hunian tetap di kemudian hari.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, dalam kesempatannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pekerjaan Umum, serta seluruh jajaran terkait yang telah berperan aktif dalam proses ini.
“Hunian sementara ini memang belum sempurna, namun kami berharap dapat menjadi tempat berteduh yang layak, aman, dan nyaman bagi bapak dan ibu sekalian. Ini merupakan wujud nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah,” ujar Ismail di hadapan warga yang hadir.
Ismail juga berpesan kepada seluruh keluarga penerima manfaat untuk merawat fasilitas yang diberikan, memperkuat semangat gotong royong antarwarga, serta tetap bersabar dalam menghadapi cobaan yang menimpa. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendampingi masyarakat hingga seluruh proses pemulihan dan pembangunan hunian tetap selesai dilaksanakan.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat solidaritas dan kepedulian sesama. Pemerintah tidak akan berhenti sampai pemulihan benar-benar tuntas,” tegasnya.
Mewakili Menko Infra, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria dan Tata Ruang, Nazib Faisal, menyatakan bahwa peresmian ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam penanganan pascabencana yang dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Menurut Nazib, pembangunan huntara ini telah dilaksanakan sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan di bawah kepemimpinan Menko AHY. Bahkan, wilayah Aceh Tamiang kini telah masuk ke dalam daftar Program Kerja Prioritas Nasional, yang menandakan perhatian khusus dari pusat terhadap pemulihan daerah ini.
“Perlahan kehidupan bisa kembali dipulihkan berkat gotong royong semua pihak, tak terkecuali masyarakat itu sendiri. Kehadiran negara ini bukan sekadar ucapan, melainkan dibuktikan dengan tindakan nyata untuk memberi harapan kembali bagi warga,” ungkapnya.
Senada, Staf Khusus Kemenko Infra RI, Irjen Pol Arif Rahman, menekankan pentingnya harapan dan rasa syukur. “Manusia tidak dapat hidup tanpa harapan dan syukur kepada Tuhan. Inilah hasil nyata doa dan harapan masyarakat semua. Bersama kita berdoa untuk harapan-harapan selanjutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Datok Penghulu Kampung Lubuk Sidup, Ibrahim, mewakili warga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian Pemerintah Pusat dan Daerah yang tidak pernah absen mendampingi sejak awal bencana terjadi.
Huntara yang diberi nama “Rakyat Sejahtera” ini dibangun berkat kolaborasi antara Kemenko Infra melalui Yayasan Merah Putih Kasih serta berbagai pihak terkait. Pembangunan dilakukan di atas tanah pribadi milik Imam Kampung Lubuk Sidup, H. Ali Sofyan.
Sebagai kelanjutan dari upaya pemulihan ini, proses pembangunan hunian tetap juga telah dipastikan akan berjalan. Sebanyak 10 hektare wilayah telah disetujui dan disiapkan sebagai lokasi pembangunan tempat tinggal permanen bagi warga di masa depan.






