ACEH TAMIANG – Upaya percepatan pemulihan sektor pertanian pascabanjir bandang terus dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia setempat turut ambil bagian dalam mendampingi tim monitoring rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak, sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib petani di wilayah tersebut.
Di tengah hamparan sawah yang masih menyisakan lumpur dan sisa kerusakan, tim monitoring turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil. Mereka meninjau berbagai aspek penting, mulai dari tingkat sedimentasi yang menutup lahan, kerusakan jaringan irigasi, hingga kesiapan tanah untuk kembali ditanami.
Kehadiran DPD Tani Merdeka Indonesia bukan sekadar simbolis. Wakil Ketua OKK DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang, Rizki Ananda, menegaskan bahwa keterlibatan organisasi tani ini merupakan bagian dari komitmen nyata dalam memperjuangkan kepentingan petani, terutama di masa pemulihan pascabencana.
“Kami hadir untuk memastikan para petani tidak berjalan sendiri. Proses rehabilitasi ini harus dipercepat agar petani bisa segera kembali berproduksi dan menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Menurut Rizki, sinergi menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi tani, dan masyarakat agar setiap langkah penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran. Pendampingan yang dilakukan juga tidak hanya sebatas monitoring, tetapi mencakup pemberian masukan teknis serta menjembatani aspirasi petani kepada pihak terkait.
Sementara itu, tim monitoring yang terdiri dari unsur pemerintah dan instansi teknis menyambut positif keterlibatan DPD Tani Merdeka Indonesia. Kehadiran organisasi tani dinilai mampu memperkuat proses rehabilitasi, mengingat kedekatan mereka dengan para petani serta pemahaman terhadap kondisi lapangan.
Di sisi lain, para petani yang ditemui di lokasi menyampaikan harapan besar agar perbaikan lahan dapat segera diselesaikan. Banjir bandang yang melanda sebelumnya telah menyebabkan kerusakan cukup parah, membuat sebagian besar sawah belum dapat difungsikan kembali.
“Kami berharap sawah ini bisa segera diperbaiki, supaya musim tanam berikutnya tidak terlewat,” ungkap salah seorang petani.
Dengan adanya pendampingan dari DPD Tani Merdeka Indonesia dan dukungan lintas sektor, proses rehabilitasi lahan persawahan di Aceh Tamiang diharapkan dapat segera rampung. Lebih dari itu, langkah ini menjadi harapan baru bagi para petani untuk kembali bangkit, memulihkan produktivitas, serta menjaga keberlanjutan ketahanan pangan daerah.









