Alarm Bahaya di Jalan Raya: Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Serukan Sekolah Perketat Pengawasan Siswa

Headline, Pendidikan185 Dilihat

ACEH TAMIANG — Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Kabupaten Aceh Tamiang memicu respons serius dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah setempat.

Melalui surat resmi bernomor 500.11.26.5/0899, instansi tersebut mengeluarkan himbauan penting kepada seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, untuk memperkuat langkah pencegahan demi keselamatan peserta didik.

Himbauan ini tidak datang tanpa alasan. Dalam beberapa waktu terakhir, kasus kecelakaan yang melibatkan pelajar dilaporkan meningkat, bahkan hingga menelan korban jiwa. Situasi ini menjadi perhatian bersama antara Dinas Pendidikan dan jajaran Satlantas Polres Aceh Tamiang, yang sebelumnya telah melakukan koordinasi langsung pada 23 April 2026.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Bakhtiar, menegaskan bahwa keselamatan siswa di jalan raya bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga pihak sekolah dan orang tua.

“Perlu ada sinergi yang kuat agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya dalam surat tersebut.

Dalam isi himbauan, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus perhatian:

Pertama, pihak sekolah diminta menyampaikan kepada orang tua atau wali siswa agar meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan kendaraan bermotor oleh anak-anak mereka.

Kedua, sekolah diharapkan mengoptimalkan edukasi serta pembinaan disiplin berlalu lintas melalui berbagai kegiatan, seperti apel pagi dan pendidikan karakter.

Ketiga, dukungan terhadap program keselamatan lalu lintas seperti Police Goes to School serta pengaktifan kembali Patroli Keamanan Sekolah (PKS) menjadi langkah strategis dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Langkah ini menjadi bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap keselamatan generasi muda. Di tengah mobilitas pelajar yang semakin tinggi, kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya menjadi hal yang tak bisa ditawar.

Himbauan ini diharapkan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar diimplementasikan oleh seluruh pihak terkait. Karena di balik setiap angka kecelakaan, ada masa depan yang dipertaruhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *