ACEH TAMIANG — Suasana demokrasi yang damai dan penuh kedewasaan mewarnai pelaksanaan Pemilihan Datok Penghulu di Desa Paya Awe, Kecamatan Karang Baru, Selasa (29/4/2026). Setelah sempat tertunda akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025, masyarakat akhirnya menuntaskan pesta demokrasi desa dengan aman, tertib, dan penuh harapan baru.
Dalam hasil rekapitulasi suara yang dilakukan Panitia Pemilihan Datok Penghulu (P2DP) Desa Paya Awe, calon nomor urut 1, Zulfikar, kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin desa itu untuk periode kedua. Petahana tersebut unggul telak dengan perolehan 287 suara dari total 448 pemilih.
Sementara pesaingnya, calon nomor urut 2 Hendri, memperoleh 150 suara. Adapun jumlah suara rusak tercatat sebanyak 11 suara.
Kemenangan itu sekaligus menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Zulfikar yang dinilai mampu membawa arah pembangunan desa di tengah berbagai tantangan, termasuk proses pemulihan pascabanjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga beberapa waktu lalu.
Usai penghitungan suara, Zulfikar menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Paya Awe yang kembali memberikan amanah kepadanya.
“Alhamdulillah seluruh proses berjalan dengan lancar dan tertib. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Paya Awe atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada saya untuk memimpin di periode kedua. Ke depan, kita akan melanjutkan program-program yang masih tertunda serta terus meningkatkan berbagai program demi kepentingan masyarakat,” ujar Zulfikar kepada awak media.
Pantauan di lokasi pemungutan suara menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Warga tampak mengikuti proses penghitungan suara dengan tertib tanpa euforia berlebihan. Situasi yang kondusif itu menjadi cerminan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi dan menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan.
Pemilihan Datok Penghulu kali ini bukan sekadar ajang menentukan pemimpin desa, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan masyarakat Paya Awe setelah menghadapi ujian bencana. Harapan besar kini tertumpu pada keberlanjutan pembangunan desa, pemulihan ekonomi masyarakat, serta penguatan solidaritas sosial agar Paya Awe semakin maju dan tangguh di masa mendatang.






