Wujud Syukur, Zulham Pelaksana Pembersihan Lumpur Pascabanjir di Aceh Tamiang Gelar Santunan Anak Yatim

Bencana, Religi53 Dilihat

ACEH TAMIANG – Sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran rezeki dan keselamatan selama menjalankan tugas, Zulham, salah satu pelaksana pekerjaan pembersihan lumpur pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, menggelar kegiatan santunan anak yatim.

Zulham merupakan sosok pengusaha yang berasal dari Kabupaten Nagan Raya, yang kini turut mendedikasikan diri dalam proses pemulihan infrastruktur di Aceh Tamiang. Acara penuh khidmat tersebut berlangsung di Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Senin (8/6/2026).

​Kegiatan santunan ini menjadi refleksi atas keberhasilan tim dalam memulihkan berbagai fasilitas umum (fasum) yang sempat tertimbun material lumpur akibat banjir bandang. Adapun cakupan pekerjaan pembersihan yang dilakukan meliputi sarana ibadah seperti masjid, gedung perkantoran pemerintah, lingkungan sekolah, gedung pelayanan kesehatan, hingga fasilitas publik seperti lapangan sepak bola.

​Meski jauh dari tanah kelahirannya di Nagan Raya, Zulham mengungkapkan bahwa inisiatif ini murni dilakukan sebagai wujud terima kasih kepada Allah SWT atas kemudahan yang diberikan di tengah beratnya medan pekerjaan di lapangan.

​”Kegiatan hari ini adalah bentuk syukur kami. Kami menyadari bahwa kelancaran pekerjaan ini tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat. Santunan ini adalah titipan rezeki untuk anak-anak kita, sebagai wujud kepedulian kami di tengah masa pemulihan pascabencana ini,” ujar Zulham di sela-sela acara.

Memberdayakan Tenaga Kerja Lokal

​Selain menjalankan tanggung jawab pembersihan pascabencana, peran Zulham dalam proyek ini mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Diketahui, dalam pelaksanaan pembersihan lumpur di wilayah tersebut, Zulham berhasil menyerap ratusan pekerja lokal yang sebelumnya turut menjadi korban dan terdampak banjir bandang.

​Kebijakan untuk memprioritaskan warga lokal ini dinilai sangat membantu percepatan ekonomi masyarakat setempat yang sempat terpuruk akibat musibah banjir. Dengan melibatkan warga lokal sebagai tenaga kerja, proses pemulihan infrastruktur di Aceh Tamiang berjalan lebih efektif sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang terdampak.

​”Kami berkomitmen untuk terus bergerak membantu pemulihan daerah ini. Fokus kami tidak hanya pada aspek teknis pembersihan, tetapi juga bagaimana keberadaan proyek ini bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sini,” tambahnya.

​Kegiatan santunan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Dalam, Tokoh Masyarakat, Imam Kampung serta puluhan anak yatim dari sekitar wilayah Kampung Dalam dan Kampung Bundar.

Kehadiran Zulham di Aceh Tamiang menjadi simbol solidaritas antarwilayah dalam bahu-membahu menata kembali kehidupan setelah diterjang bencana.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *