Dandim 0117/Aceh Tamiang Resmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda

Berita79 Dilihat

ACEH TAMIANG — Harapan masyarakat Desa Bandar Mahligai dan Desa Sekerak Kiri, Kecamatan Sekerak, akhirnya terwujud. Setelah bertahun-tahun harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai menggunakan perahu, kini warga dapat menikmati akses yang lebih aman melalui Jembatan Gantung Perintis Garuda yang resmi dioperasikan, Jumat (8/5/2026).

Jembatan sepanjang 140 meter dengan lebar 120 sentimeter itu diresmikan langsung oleh Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., bersama Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi jawaban atas keterbatasan akses yang selama ini dialami masyarakat di wilayah pedalaman itu.

Selama ini, warga harus menyeberangi sungai menggunakan perahu, bahkan saat arus deras melanda. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan masyarakat, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari-hari. Anak-anak sekolah menjadi kelompok paling rentan karena harus menempuh perjalanan berisiko demi menuntut ilmu.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin keselamatan masyarakat. Ini juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok,” ujar Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya dalam sambutannya.

Ia menegaskan, di tengah pesatnya pembangunan nasional, masyarakat tidak boleh lagi hidup dengan keterbatasan akses yang membahayakan keselamatan.

“Sebelum ada jembatan ini, warga termasuk anak-anak sekolah harus menyeberang menggunakan perahu. Bahkan ada yang harus memutar jalan hingga puluhan kilometer dengan waktu tempuh berjam-jam. Kondisi seperti ini tidak boleh terus terjadi,” tegasnya.

Peresmian jembatan berlangsung penuh haru dan antusiasme masyarakat. Warga menyambut pembangunan tersebut sebagai simbol perubahan besar bagi kehidupan mereka. Selain mempercepat mobilitas, jembatan itu juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menilai pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan TNI dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah terpencil.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan akses pendidikan.

“Ini adalah bukti kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. Ke depan, Pemkab Aceh Tamiang berkomitmen memperluas kerja sama pembangunan infrastruktur di wilayah lain yang masih terisolasi,” kata Armia Fahmi.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda kini bukan sekadar sarana penghubung dua desa, melainkan juga menjadi simbol hadirnya pembangunan yang inklusif, pemerataan akses, dan harapan baru bagi masyarakat pedalaman Aceh Tamiang.

Datok Penghulu Desa Bandar Mahligai menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada TNI serta pemerintah daerah atas terealisasinya pembangunan tersebut.

“Sekarang aktivitas warga menjadi lebih mudah dan aman. Anak-anak bisa pergi sekolah tanpa rasa takut. Kami berharap perhatian terhadap pembangunan akses desa lainnya juga terus dilanjutkan. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu masyarakat kami,” ungkapnya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *