Bangkit dari Banjir, Aceh Tamiang Genjot Revitalisasi 254 Sekolah dan Gaungkan Gerakan Mengaji

ACEH TAMIANG — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan komitmen kuat dalam memulihkan dan meningkatkan kualitas pendidikan pascabencana banjir dengan meluncurkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Gerakan Mengaji Sebelum Belajar, Kamis (23/4/2026).

Peluncuran yang digelar di halaman SMP Negeri 2 Karang Baru itu dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Pendidikan adalah pondasi utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan mampu bersaing,” ujar Armia dalam sambutannya.

Ia mengakui, banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang beberapa waktu lalu telah memberi dampak signifikan terhadap sektor pendidikan. Sejumlah sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas hingga fasilitas penunjang, yang berimbas pada terganggunya proses belajar mengajar.

Menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah menyambut dan mendukung penuh Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, sekaligus bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Program ini difokuskan pada rehabilitasi dan pembangunan sarana-prasarana pendidikan, termasuk ruang belajar yang layak dan fasilitas pendukung lainnya. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, revitalisasi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat belajar siswa.

“Ini bukan hanya membangun gedung, tetapi juga membangun kembali harapan dan semangat anak-anak kita,” tegasnya.

Pemerintah menargetkan seluruh sekolah terdampak bencana dapat diperbaiki dalam tahun 2026. Untuk itu, Armia menekankan pentingnya pelaksanaan program secara serius dan bertanggung jawab oleh seluruh pihak terkait, mulai dari kepatuhan terhadap petunjuk teknis hingga menjaga kualitas dan transparansi pekerjaan.

Di sisi lain, penguatan karakter siswa juga menjadi perhatian. Melalui Gerakan Mengaji Sebelum Belajar, pemerintah daerah ingin menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan disiplin sejak dini.

“Gerakan ini penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter islami yang kuat,” ujarnya.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Sepriyanto, menjelaskan bahwa program revitalisasi tahun 2026 menyasar total 254 sekolah dengan anggaran mencapai Rp192 miliar.

Rinciannya, sebanyak 119 TK/PAUD menerima alokasi Rp47,3 miliar, 116 SD sebesar Rp109,7 miliar, dan 19 SMP sebesar Rp34,9 miliar.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah sekolah terdampak bencana yang belum tersentuh program revitalisasi, yakni 5 TK, 7 SD (termasuk 2 relokasi pembangunan baru), dan 26 SMP.

Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pendidik, hingga orang tua, untuk turut mendukung keberhasilan program ini.

Peluncuran ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pendidikan di Aceh Tamiang menuju sistem pendidikan yang lebih maju, merata, dan berkarakter.

Sementara itu data sekolah tingkat SMA yang mendapatkan anggaran Revitalisasi yaitu sebanyak 20 sekolah dengan rincian 10 SMA, 9 SMK dan 1 SLB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *