Safuan : Melalui Kartu Digital Petani, Kebutuhan Pupuk Petani Terima Subsidi 70 Persen

Ekonomi, Pemerintah337 Dilihat

ACEH TAMIANG — Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang Safuan menyebut sebanyak 30.000 petani di 11 kecamatan dalam wilayahnya bakal diberi kartu tani digital.

“Selama Agustus ini dilakukan sosialisasi dan aktivasi dulu, sedangkan September nanti baru penerapan untuk petani,” kata Safuan saat melakukan aktivasi kartu digital petani di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bendahara, Selasa (15/8/2023) sore.

Menurut Safuan kartu digital petani merupakan program pemerintah dalam upaya memudahkan pendistribusian pupuk bersubsidi supaya tepat sasaran.

Kemudian sambung Safuan program kartu tani digital di Aceh Tamiang sebagai daerah percontohan dari lima kabupaten lain di Aceh. Pada Agustus 2023 ini pihaknya sedang sosialisasi dan aktivasi untuk penerapan di seluruh wilayah kecamatan.

Ia menjelaskan kartu tani tersebut merupakan program kerja sama antara Kementerian Pertanian RI, PT Pupuk Indonesia, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

” Tujuan utamanya agar penyaluran pupuk bersubsidi dari pemerintah tepat sasaran diterima oleh petani sesuai dengan nama dan alamat atau by name dan by address,” tegasnya.

Dalam penerapan kartu tani digital nanti, ujar dia, setiap petani hanya diberikan sandi atau PIN, yang saat ini sedang dilakukan sosialisasi dan aktivasi di seluruh Aceh oleh penyuluh pertanian, Bank Syariah Indonesia dan PT Pupuk Indonesia.

Dia menambahkan, kartu tani digital ini akan terintegrasi dengan data setiap petani penerima pupuk bersubsidi.

Petani dapat dengan mudah menebus pupuk subsidi dari setiap kios mitra, melalui aplikasi Rekan yakni hasil inovasi PT Pupuk Indonesia dalam upaya menyalurkan pupuk subsidi secara digitalisasi.

“Kebutuhan setiap petani untuk pupuk nanti sudah di subsidi sebesar 70 persen dari total kebutuhan. Petani nanti bisa tahu berapa stok pupuk tersisa, berapa sudah diambil, dan dia tidak bisa menebus pupuk orang lain,” ujarnya mengakhiri.

Ditempat terpisah Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bendahara, Butet, SP mengatakan jumlah petani dalam wilayah Kecamatan Bendahara yang menerima kartu petani digital sebanyak 1.100 petani.

” Kita ajukan ada 1.500 petani, namun saaf ini yang menerima sebanyak 1.100 petani dan saat ini sedang melakukan aktivasi kartu bersama BSI. September petani sudah bisa mengambil pupuknya di kios pengecer yang sudah di tetapkan oleh Pupuk Indonesia,” jelas Butet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar