ACEH TIMUR – Program Edukasi dan Praktik Budidaya Sayuran yang dijalankan PT Medco E & P Malaka melalui Rumah Pemberdayaan Ibu & Anak (RPIA) kini mulai membuahkan hasil.
Hal tersebut ditegaskan Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, Senin (8/6/2026).
Lanjutnya, Program yang dijalankan sejak Oktober 2025 ini mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri sekaligus peluang usaha skala rumah tangga.
” Kini mereka mulai merasakan manfaat ekonomi dari kebun sayur yang dikelola di pekarangan rumah. Hasil panen sayuran tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mulai dijual ke warga sekitar sebagai tambahan penghasilan,” ujar Leony Lervyn.
Tambah Leony, para warga yang berjumlah delapan orang tersebut merupakan peserta Program Edukasi dan Praktik Budidaya Sayuran yang dijalankan PT Medco E & P Malaka di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur.
Kata Leony, Hasil monitoring tim RPIA menunjukkan para peserta masih aktif menanam berbagai komoditas sayuran seperti kangkung, bayam, terong, timun, tomat, cabai, dan sawi di halaman rumah masing-masing.
” Aktivitas tersebut berjalan secara berkelanjutan sejak pelatihan dilakukan,” kata Leony.
Jadi, untuk mendukung keberlanjutan program, peserta sebelumnya menerima bantuan bibit, pupuk, polybag, serta peralatan budidaya. Pendampingan juga dilakukan secara berkala guna memastikan praktik budidaya dapat terus dikembangkan secara mandiri.
“Program ini kami harapkan tidak berhenti, tetapi terus berkelanjutan dan menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan, kami melihat konsistensi peserta dalam mengelola kebun sayur rumah tangga, bahkan sebagian sudah mulai menghasilkan nilai ekonomi,” ucap Leony.
Menurut dia, pemanfaatan pekarangan rumah menjadi kebun produktif menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi rumah tangga.
” Melalui program ini, Medco E & P Malaka menyatakan akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar manfaat program berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak masyarakat di area binaan,” pungkas Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn.
Sementara itu, salam seorang peserta yang berasal dari Desa Jambo Balee,Yusmiana mengatakan kebun sayur yang dikelolanya kini membantu kebutuhan harian keluarga.
“Sekarang kami bisa memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari dari kebun sendiri. Sebagian juga kami jual untuk menambah penghasilan,” ujarnya.
Peserta lain, Muliyani dari Desa Blang Nisam, mengaku kegiatan ini mengubah lahan kosong di sekitar rumah menjadi lebih produktif.
“Halaman rumah yang dulu tidak dimanfaatkan kini jadi kebun sayur yang bermanfaat untuk keluarga dan tetangga,” katanya.
Sementara itu, pelatih program budidaya sayuran, Ustadz Wandi, menilai keberlanjutan praktik peserta menunjukkan potensi penguatan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.
” Menanam sayur bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga membangun kebiasaan hidup produktif dan mandiri,” ujarnya. (S3M).











