ACEH TIMUR – Di tengah perjuangan mendampingi anaknya yang tengah berjuang melawan penyakit serius, Nurdin (42) warga Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur harus menghadapi cobaan lain yang tak kalah berat.
Karyawan PT. Bumi Flora tersebut mengaku belum menerima gaji selama 5 (lima) bulan terakhir, kondisi yang semakin memperberat beban keluarganya dalam memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan.
Nurdin merupakan kepala keluarga dengan enam orang anak, terdiri dari lima laki-laki dan satu perempuan. Saat ini, salah satu putranya, Rajuman (24), sedang menjalani perawatan akibat penyakit bocor usus yang dideritanya sejak 18 April 2026.
Perjuangan keluarga tersebut dimulai ketika Rajuman harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zubir Mahmud pada 18 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIB karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk.
” Setelah menjalani perawatan, tim medis kemudian merujuknya ke RSU Fauziah pada 28 April 2026 sekitar pukul 00.00 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Nurdin.
Lanjutnya, kondisi Rajuman yang belum stabil membuatnya beberapa kali berpindah perawatan. Setelah sempat kembali dirawat di RSUD Zubir Mahmud, ia kembali dirujuk ke RSU Fauziah pada 16 Mei 2026 dan menjalani perawatan intensif selama kurang lebih satu bulan.
” Selama menjalani proses pengobatan, Rajuman telah menerima sedikitnya 16 kantong darah,” jelas Nurdin.
Di tengah situasi tersebut, Nurdin mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga serta biaya pendampingan selama proses pengobatan anaknya karena haknya sebagai pekerja belum juga dibayarkan.
“Saya berharap perusahaan dapat segera membayarkan gaji kami. Saat ini saya sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan anak saya,” ujar Nurdin penuh harap.
Ia juga menyebutkan bahwa persoalan tunggakan gaji tidak hanya dialaminya seorang diri. Sedikitnya 30 karyawan PT. Bumi Flora lainnya disebut turut mengalami keterlambatan pembayaran gaji selama lima bulan terakhir.
Kondisi ini tentunya sangat berdampak terhadap kehidupan kami para pekerja dan keluarga. Baik itu memenuhi kebutuhan sehari-hari, maupun menghadapi persoalan kesehatan dan kebutuhan mendesak yang memerlukan biaya tidak sedikit.
Di rumah sederhana mereka, Halimah, sang istri, terus setia mendampingi nurdin menjaga Rajuman yang masih menjalani masa pemulihan. Di sisi lain, Nurdin hanya bisa berharap agar perusahaan segera memenuhi kewajibannya dengan membayarkan hak para pekerja yang telah lama tertunda.
Bagi Nurdin, gaji yang belum dibayarkan bukan sekadar pendapatan bulanan, melainkan harapan untuk membiayai pengobatan anaknya dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Kisah Nurdin menjadi gambaran bahwa di balik persoalan ketenagakerjaan dan angka-angka tunggakan gaji, terdapat keluarga yang sedang berjuang mempertahankan kehidupan.
Bantuan Kemanusiaan
Bagi masyarakat yang tergerak untuk membantu biaya pengobatan Rajuman dan kebutuhan keluarga Nurdin, bantuan dapat disalurkan melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama Nurdin dengan nomor rekening 7185706758.
Keluarga berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar Rajuman segera diberikan kesembuhan serta persoalan tunggakan gaji yang dialami nurdin dan para pekerja dapat segera menemukan solusi. (S3M).










