May Day di Aceh Tamiang Berubah Jadi RDP, Pendekatan Humanis Kapolres Tuai Apresiasi

Headline, Nasional21 Dilihat

ACEH TAMIANG – Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Aceh Tamiang tahun ini menghadirkan suasana berbeda. Rencana aksi unjuk rasa (Unras) yang semula akan digelar para buruh dan pekerja, justru bertransformasi menjadi Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRK Aceh Tamiang, Kamis, 7 Mei 2026.

Langkah tersebut dinilai sebagai pendekatan humanis yang patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh edukasi dalam membangun komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan kelompok pekerja.

RDP yang berlangsung di ruang sidang utama DPRK Aceh Tamiang itu terlaksana atas usulan dan inisiatif Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, S.H., M.H., melalui pola komunikasi persuasif bersama pengurus serikat buruh dan pimpinan DPRK Aceh Tamiang.

Kapolres Aceh Tamiang menjelaskan, keputusan mengubah aksi massa menjadi forum dialog diambil dengan mempertimbangkan kondisi daerah yang saat ini masih fokus pada percepatan pemulihan pascabencana alam.

“Pertimbangan saya adalah meminimalisir gangguan ketertiban masyarakat dan menghindari munculnya isu-isu tidak sehat terhadap pemerintah daerah akibat adanya aksi keramaian,” ujar AKBP Muliadi saat ditemui di Mapolres Aceh Tamiang, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurutnya, Aceh Tamiang saat ini tengah menjalani proses pembenahan di berbagai sektor. Karena itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap dijaga agar upaya pemulihan daerah berjalan maksimal.

Ia juga menyinggung adanya pihak-pihak tertentu yang diduga mencoba menyebarkan provokasi dan memperkeruh situasi daerah, sehingga diperlukan kewaspadaan bersama demi menjaga stabilitas wilayah.

“Wilayah kita sedang dalam pemulihan. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk memperkeruh suasana dan menghambat proses pemulihan semua sektor akibat dampak bencana,” tegasnya.

AKBP Muliadi turut menyampaikan apresiasi kepada para serikat buruh dan pekerja yang telah memahami kondisi daerah dan bersedia mengedepankan dialog dibanding aksi turun ke jalan.

“Terima kasih atas kerja sama dan pengertian rekan-rekan serikat buruh serta para pekerja yang telah memahami situasi daerah kita. Saya yakin semua ini membawa hikmah untuk kondisi yang lebih baik ke depan,” ucapnya.

Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), serta mendukung penuh percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.

Pendekatan dialogis yang dilakukan dalam momentum May Day tersebut dinilai menjadi gambaran sinergi positif antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat pekerja dalam menjaga kondusivitas daerah di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *