GAYO LUES, SATUKATA.NET –Melonjaknya harga jual beras tentu berepek pula pada kenaikan harga gabah. Hal ini sudah pasti menguntungkan bagi kalangan petani padi. Namun, disisi lain kenaikan harga beras yang nyaris tidak terkendali hingga membuat gundah kalangan pembeli atau konsumen. Bagaimana tidak, beras per sak kisaran 15 kg yang biasa dibeli dengan harga 160 ribu rupiah kini melonjak hingga mencapai harga 240 ribu lebih. Mau tidak mau Kondisi ini pun memantik dua reaksi yang berbeda antara konsumen dan petani.
Samsul, Salah satu petani padi warga blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, yang dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/09/2023) mengaku senang dengan naiknya harga beras, dimana kenaikan harga ini akan menguntungkan dengan naiknya pula harga gabah padi. Rasa senang yang dirasakan kalangan petani seperti dirinya juga bukan tanpa alasan mengingat jika dibandingkan dengan harga sebelum mengalami kenaikan, dirasa tidak seimbang dengan biaya produksi. Apalagi, selama ini pengerjaan lahan petani tidak lagi dilakukan dengan cara manual melainkan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, lain lagi harga pupuk yang kadang kala di samping mahal juga susah didapatkan.






