DLH Aceh Tamiang Krisis Sarana Persampahan, 21 Kontainer Rusak Akibat Banjir

Bencana65 Dilihat

ACEH TAMIANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tamiang menghadapi keterbatasan sarana pengelolaan sampah setelah sebagian besar kontainer sampah dan armada pengangkut mengalami kerusakan akibat bencana banjir yang melanda daerah tersebut pada November 2025 lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Syurya Luthfi, S.STP, mengatakan dari total 24 unit kontainer sampah yang sebelumnya beroperasi di 12 kecamatan, saat ini hanya tiga unit yang masih layak digunakan. Sementara 21 unit lainnya mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir.

“Akibat bencana banjir yang terjadi pada November 2025 lalu, dari 24 kontainer yang biasa beroperasi di 12 kecamatan, kini hanya tiga kontainer yang masih layak pakai, sedangkan 21 lainnya rusak berat,” ujar Syurya, Selasa (2/6/2026).

Tidak hanya kontainer sampah, DLH Aceh Tamiang juga mengalami kekurangan armada pengangkut. Dari empat unit mobil armrol yang dimiliki untuk mengangkut kontainer sampah, hanya satu unit yang masih dapat beroperasi meski dalam kondisi terbatas. Sementara tiga unit lainnya hingga kini masih tidak dapat digunakan.

“Dampak banjir juga menyebabkan tiga unit mobil armrol pengangkut kontainer sampah masih mangkrak,” katanya.

Kondisi tersebut membuat petugas kebersihan kewalahan dalam menangani tumpukan dan sampah yang berserakan di sejumlah titik di wilayah Aceh Tamiang. Keterbatasan sarana operasional dinilai menjadi salah satu kendala utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DLH Aceh Tamiang berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan pengusaha, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Syurya, bantuan berupa bak kontainer sampah sangat dibutuhkan guna mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan menjaga kebersihan lingkungan di seluruh wilayah kabupaten.

“Keberadaan bak kontainer sangat penting untuk mewujudkan kebersihan di Kabupaten Aceh Tamiang. Jika tidak tersedia, masyarakat berpotensi membuang sampah sembarangan yang pada akhirnya dapat menimbulkan masalah lingkungan,” pungkasnya. []

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *