BNPB Wujudkan Pemulihan Holistik di Huntara Krueng Lingka: Membangun Jiwa, Memulihkan Ekonomi, dan Menjaga Alam

Bencana56 Dilihat

LANGKAHAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan komitmennya bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga pemulihan jiwa dan kemandirian masyarakat. Di Hunian Sementara (Huntara) Desa Krueng Lingka, BNPB menyalurkan bantuan komprehensif yang menyasar tiga aspek fundamental: Mental Spiritual, Sosial Ekonomi, dan Lingkungan.

Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk memastikan penyintas banjir besar Sumatera akhir 2025 tidak hanya mampu bertahan, tetapi kembali berdaya dengan fondasi yang lebih kokoh.

BNPB menginisiasi optimalisasi fungsi Mushalla sebagai pusat spiritual dan ruang edukasi bagi generasi muda. Dukungan ini mencakup pembangunan lantai yang layak di bawah perlindungan atap tenda BNPB, lengkap dengan pagar pembatas untuk kenyamanan ibadah.

Selain fasilitas ibadah, aspek kognitif anak-anak menjadi prioritas melalui penyediaan 50 unit meja belajar, alat lukis, serta satu set sistem suara (sound system). Langkah ini merupakan investasi pada masa depan generasi muda di wilayah terdampak.

​”Laksana pohon kayu, kalau tidak berakar tidak akan berdiri.”

Menghindari pola bantuan konsumtif yang bersifat sementara, BNPB menyerahkan alat tangkap ikan (joran) kepada warga terdampak. Bantuan ini merupakan simbol kemandirian agar masyarakat mampu memulihkan roda ekonomi keluarga melalui potensi lokal.
​”Ada kail hendak memancing ikan, jangan takut akan basah.”

Sebagai wujud tanggung jawab terhadap mitigasi jangka panjang, dilakukan aksi penanaman pohon di area sekitar Huntara. Program ini mengusung semangat bahwa keselamatan manusia di masa depan sangat bergantung pada kesehatan ekosistem saat ini.
​”Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita.”

Kepala Desa (Geuchik) Gampong Krueng Lingka, Efendi Noerdin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran BNPB yang terjun langsung ke lapangan tanpa perantara.

​”Kami menilai langkah BNPB saat ini menuliskan sejarah baru. BNPB mampu melihat sekecil apa pun kondisi kami akibat imbas banjir akhir tahun 2025 lalu. Sistematika penanggulangannya sangat epik; fase-fase bantuan sangat sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” ujar Efendi.

Beliau menambahkan bahwa seluruh tahapan bantuan mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan telah terverifikasi dan terdistribusi secara merata. “Warga kami sangat bergembira. Kami merasa sangat diperhatikan dan dipuaskan oleh kinerja BNPB yang bekerja dengan hati,” pungkasnya.

​Program pemulihan di Huntara Krueng Lingka ini diharapkan menjadi model percontohan nasional, di mana bantuan kemanusiaan bertransformasi menjadi investasi manusia dan lingkungan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *