ACEH TAMIANG – Di tengah dinamika pemilihan Datok Penghulu Kampung Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, sosok Bardansyah Putra hadir membawa pesan yang sederhana namun menyentuh hati warga: membangun kampung dengan keterbukaan, kebersamaan, dan kemandirian ekonomi.
Calon Datok Penghulu nomor urut 2 itu menegaskan, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, melainkan amanah untuk mendengar dan melayani seluruh masyarakat tanpa sekat politik.
Dalam pertemuan bersama warga, Bardansyah menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan kampung yang transparan. Ia ingin seluruh masyarakat mengetahui dan mengawasi setiap kebijakan yang dijalankan demi menciptakan kepercayaan antara pemerintah kampung dan warga.
“Kalau nanti ada yang dirasa tidak transparan, silakan datang langsung kepada saya. Jangan hanya jadi pembicaraan di belakang atau di warung-warung. Kita selesaikan dengan komunikasi dan musyawarah,” ujar Bardansyah disambut antusias masyarakat.
Bagi Bardansyah, keterbukaan adalah pondasi penting agar pembangunan kampung berjalan jujur dan tepat sasaran. Ia percaya, masyarakat yang dilibatkan dalam pengambilan keputusan akan lebih kuat menjaga persatuan dan kemajuan desa.
Hidupkan Kembali BUMK untuk Masa Depan Warga
Tak hanya berbicara soal pemerintahan yang terbuka, Bardansyah juga membawa gagasan besar untuk menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Menurutnya, selama ini potensi kampung belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, jika dikelola secara profesional, BUMK bisa menjadi sumber pendapatan desa yang mampu membantu kebutuhan masyarakat tanpa selalu bergantung pada bantuan pemerintah pusat.
“BUMK ini milik kampung dan milik masyarakat. Kalau kita kelola bersama dengan baik, hasilnya juga kembali untuk warga,” katanya.
Ia berharap keberadaan BUMK nantinya mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, hingga meningkatkan kesejahteraan keluarga di Alur Bemban.
Perjuangkan Manfaat Perusahaan untuk Warga
Di hadapan masyarakat, Bardansyah juga menyoroti posisi strategis Kampung Alur Bemban yang berada di sekitar kawasan perusahaan besar seperti Pertamina dan sejumlah perusahaan perkebunan.
Menurutnya, keberadaan perusahaan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Ia berjanji akan membangun komunikasi dan sinergi yang lebih kuat agar bantuan perusahaan benar-benar menyentuh kebutuhan warga, termasuk dalam penanganan bencana dan pembangunan sosial masyarakat.
“Kita ingin manfaat perusahaan dirasakan luas oleh masyarakat, bukan hanya segelintir orang,” tegasnya.
Tidak Ada Lagi Pendukung atau Bukan Pendukung
Di akhir penyampaiannya, Bardansyah menyampaikan pesan persatuan yang mengundang simpati warga. Ia menegaskan bahwa jika dipercaya memimpin Alur Bemban, dirinya akan menjadi Datok Penghulu bagi seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan pilihan politik.
“Jabatan ini amanah enam tahun. Setelah pemilihan selesai, tidak ada lagi istilah pendukung atau bukan pendukung. Semua adalah warga yang harus dirangkul bersama,” pungkasnya.
Bagi sebagian warga, pesan itu bukan sekadar janji politik, melainkan harapan tentang hadirnya pemimpin kampung yang mau mendengar, terbuka, dan berjalan bersama masyarakat membangun Alur Bemban ke arah yang lebih baik.






