Warga Sampaikan Apresiasi kepada Bupati Armia Pahmi atas Percepatan Penyaluran Bantuan Pascabencana
ACEH TAMIANG – Senyum haru menghiasi wajah ratusan penyintas bencana ekologis dan hidrometeorologi yang memadati halaman Kantor Pos Indonesia Cabang Pembantu Kota Kualasimpang, Selasa (30/6/2026). Setelah melalui penantian berbulan-bulan, bantuan stimulan tahap I, II, III, dan IV akhirnya mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Di balik panjangnya antrean, tersimpan kisah perjuangan warga yang perlahan mulai bangkit dari keterpurukan. Bagi mereka, pencairan bantuan bukan sekadar menerima dana, tetapi menjadi titik awal untuk kembali menata kehidupan yang sempat porak-poranda akibat bencana.
Rasa syukur pun mengalir dari para penerima bantuan. Sejumlah warga secara spontan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., yang dinilai terus mengupayakan percepatan penyaluran bantuan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
“Terima kasih, Pak Bupati. Kami akhirnya menerima bantuan ini. Usaha Bapak bersama jajaran membuahkan hasil. Semoga Allah membalas segala kebaikan Bapak,” ujar salah seorang penerima bantuan.
Ucapan serupa disampaikan warga lainnya yang mengaku lega karena bantuan yang dinantikan akhirnya dapat diterima.
“Kami berterima kasih atas upaya Bapak Bupati mempercepat penyaluran bantuan ini. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ucap seorang warga.
Awal Menata Kehidupan Kembali
Bagi Misnan (40), warga Kampung Harum Sari, bantuan stimulan menjadi modal awal untuk membangun kembali kehidupan keluarganya.
Ia mengaku dana tersebut akan digunakan memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga yang tertunda sejak bencana melanda.
“Alhamdulillah, sekarang kami bisa membeli kebutuhan rumah tangga untuk memulai hidup baru. Terima kasih kepada Pak Bupati Armia,” katanya.
Hal senada disampaikan Ramadhan (41), warga Kampung Bundar. Ia berharap bantuan tersebut menjadi titik balik bagi keluarganya untuk kembali menjalankan usaha yang sempat terhenti akibat bencana.
Ramadhan juga mengajak masyarakat yang belum menerima bantuan agar tetap bersabar menunggu proses penyaluran sesuai tahapan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Saya berharap warga yang belum menerima bantuan tetap bersabar. Semua akan mendapat giliran. Jangan menyalahkan Pak Bupati, karena beliau sudah berusaha untuk masyarakat. Hari ini kami menjadi buktinya,” ujarnya.
Membawa Harapan Baru
Bagi Linda (35), warga Kampung Bundar yang kini tinggal di Hunian Sementara (Huntara) II di depan SMP Negeri 1 Karang Baru, bantuan tersebut menjadi berkah di tengah kebahagiaan keluarganya yang baru dikaruniai seorang bayi.
Menurutnya, dana bantuan akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan sang buah hati sekaligus kebutuhan rumah tangga.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami membeli perlengkapan bayi dan memenuhi kebutuhan keluarga. Terima kasih kepada Pak Bupati Armia yang terus memperjuangkan agar bantuan dari pemerintah pusat segera disalurkan,” tuturnya.
Linda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang dinilainya konsisten mengawal proses percepatan penyaluran bantuan.
“Terima kasih atas dedikasi pemerintah yang terus bekerja agar masyarakat Aceh Tamiang bisa bangkit dan kembali menatap masa depan,” katanya.
Apresiasi dari Luar Daerah
Dukungan terhadap upaya pemulihan pascabencana juga datang dari Herman (50), warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Ia mengaku mengikuti perkembangan penanganan bencana di Aceh Tamiang sejak awal dan menilai pemerintah daerah menunjukkan komitmen dalam memperjuangkan bantuan bagi masyarakat.
“Saya melihat Bupati Aceh Tamiang bekerja sejak hari pertama bencana. Beliau terus membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Herman, kepedulian itu juga terlihat saat Bupati Armia bersama berbagai pihak menghimpun bantuan kemanusiaan pada masa tanggap darurat, jauh sebelum bantuan pemerintah pusat mulai terealisasi.
“Saya memang bukan warga Aceh Tamiang, tetapi saya melihat bagaimana perjuangan pemerintah daerah dalam mendampingi masyarakat. Saya berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung proses pemulihan ini,” katanya.
Simbol Kebangkitan Penyintas
Penyaluran bantuan stimulan tidak hanya menjadi proses administratif pencairan dana. Bagi para penyintas, bantuan tersebut menjadi simbol hadirnya negara sekaligus bukti bahwa proses pemulihan terus berjalan.
Di tengah antrean panjang yang dipenuhi harapan, senyum para penerima bantuan menggambarkan optimisme baru untuk kembali bangkit. Meski proses rehabilitasi dan rekonstruksi masih terus berlangsung, masyarakat berharap seluruh tahapan bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran sehingga pemulihan Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat, menyeluruh, dan berkelanjutan.










