Mensos Salurkan Santunan Tahap II Korban Banjir Aceh Tamiang

Berita, Pemerintah237 Dilihat

ACEH TAMIANG — Masyarakat korban banjir hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang kembali menerima santunan dan bantuan tahap II dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, dalam kegiatan yang berlangsung di aula Setdakab setempat, Jumat (10/4/2026).

Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan dan santunan yang disalurkan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi serta memulihkan kehidupan masyarakat terdampak bencana.

Ia menyebutkan, total bantuan yang telah dikucurkan untuk Aceh Tamiang mencapai Rp205,18 miliar.

“Bantuan sosial pasca-kebencanaan terus kami salurkan. Tidak ada libur, selama data sudah ada, langsung kami salurkan,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang meminta agar pemerintah hadir secara maksimal dalam penanganan dampak bencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.

Menurutnya, banjir bandang yang terjadi pada akhir November lalu menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Pemerintah pun membentuk langkah percepatan pemulihan, mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur, serta pemulihan kondisi sosial dan ekonomi warga.

Pada masa tanggap darurat, Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan logistik, termasuk pendirian dapur umum, dengan nilai mencapai sekitar Rp6 miliar khusus untuk wilayah Aceh Tamiang.

Memasuki tahap pemulihan, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan jangka panjang masyarakat. Di antaranya santunan bagi ahli waris korban meninggal sebesar Rp15 juta per jiwa, serta santunan bagi korban luka berat sebesar Rp5 juta.

Untuk bantuan tahap II yang disalurkan kali ini, total nilai mencapai Rp76,68 miliar. Rinciannya meliputi bantuan jaminan hidup bagi 20.908 jiwa sebesar Rp28,22 miliar, bantuan isi hunian untuk 5.941 kepala keluarga senilai Rp17,82 miliar, stimulan sosial ekonomi sebesar Rp29,70 miliar bagi 5.491 KK, serta santunan korban luka berat bagi 187 jiwa senilai Rp935 juta.

“Bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per KK ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga pascabencana,” jelasnya.

Sementara itu, total bantuan tahap pertama yang telah disalurkan sebelumnya mencapai Rp128,49 miliar, sehingga keseluruhan bantuan dari Kementerian Sosial untuk Aceh Tamiang kini berjumlah Rp205,18 miliar.

Gus Ipul berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, tidak hanya untuk kebutuhan mendesak, tetapi juga sebagai modal awal untuk bangkit secara ekonomi.

“Kami harapkan bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, bahkan bisa menjadi rintisan untuk membuka usaha,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh bantuan disalurkan berdasarkan data yang telah diverifikasi oleh pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda, guna memastikan tepat sasaran.

“Mohon dipahami jika prosesnya membutuhkan waktu, karena kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar diterima oleh yang berhak,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pembaruan data penerima bantuan. Ia memastikan pemerintah daerah akan kembali melakukan pendataan untuk penyaluran bantuan tahap berikutnya.

“Jika masih ada masyarakat yang belum menerima bantuan, akan kami data kembali untuk gelombang ketiga agar seluruh korban mendapatkan haknya secara layak,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan, Erhamna (45), mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat terdampak banjir.

“Kami masyarakat Aceh Tamiang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Menteri Sosial, dan Bupati yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk bangkit kembali,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *