Bantuan yang diberikan pascabencana pada akhir November tahun lalu itu mendapat sambutan hangat dari PGRI Kabupaten Aceh Tamiang. Organisasi profesi guru tersebut menilai dukungan dari rekan-rekan sejawat di ibu kota menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan dan kebangkitan dunia pendidikan di daerah terdampak.
Ketua Dewan Pakar PGRI Aceh Tamiang, Lindawati, S.Pd., atau yang akrab disapa Ny. Linda Ismail, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen dan kepedulian yang terus ditunjukkan PGRI DKI Jakarta kepada para guru korban bencana.
“Apresiasi kami kepada seluruh keluarga besar PGRI di Indonesia, khususnya PGRI DKI Jakarta yang hingga saat ini tetap menunjukkan empati dan kepedulian kepada para guru terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang,” ujar Lindawati usai penyerahan bantuan di Aula Setdakab setempat , Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, pemulihan sektor pendidikan pascabencana merupakan tanggung jawab bersama. Kerusakan sarana dan prasarana pendidikan yang terjadi akibat bencana tidak boleh menghambat proses belajar mengajar maupun semangat para tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya.
“Kami sangat terbuka kepada semua pihak yang ingin membantu pemulihan sektor pendidikan. Dukungan terhadap kebutuhan sarana, prasarana, dan perlengkapan kerja guru sangat dibutuhkan agar para pendidik dapat kembali menjalankan tugasnya dengan optimal demi masa depan generasi bangsa,” katanya.
Sebagai salah satu korban terdampak bencana, Ny. Linda juga mengungkapkan rasa bangga kepada para guru di Aceh Tamiang yang tetap menunjukkan dedikasi tinggi meski menghadapi berbagai keterbatasan pascabencana.
“Para guru tidak menyerah. Mereka tetap optimistis dan terus berjuang menjalankan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa di tengah kondisi yang sulit,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Tamiang, Nurdin, S.Pd., M.M., menyampaikan terima kasih atas eratnya tali persaudaraan yang ditunjukkan keluarga besar PGRI DKI Jakarta melalui bantuan yang diberikan kepada para guru terdampak.
Menurut Nurdin, perhatian yang diberikan tidak hanya membantu pemulihan para guru secara materiil, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi dunia pendidikan di Aceh Tamiang untuk bangkit lebih cepat.
“Guru adalah abdi negara yang memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, mendukung pemulihan para guru pascabencana merupakan bentuk perjuangan mulia untuk menjaga keberlangsungan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengajak para donatur dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial untuk terus mendukung proses pemulihan Aceh Tamiang hingga benar-benar pulih dari dampak bencana.
“Sebagaimana yang disampaikan Bupati Aceh Tamiang, kami berharap para donatur tidak bosan membantu masyarakat Aceh Tamiang. Dukungan yang diberikan sangat berarti agar daerah ini dapat bangkit dan kembali normal sepenuhnya,” pungkas Nurdin.
Post Views: 113