Rakor yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas SDM Dharma Wanita Persatuan untuk Memperkuat Solidaritas Organisasi” tersebut menjadi momentum strategis bagi seluruh pengurus dan anggota DWP di Aceh untuk memperkuat sinergi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mendukung keberhasilan organisasi.
Dalam sambutannya, Malahayati menekankan bahwa solidaritas merupakan fondasi utama yang menentukan kekuatan dan keberlangsungan sebuah organisasi. Menurutnya, kemampuan anggota untuk bekerja sama, saling mendukung, dan menjaga kekompakan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi.
> “Kemampuan anggota dalam bekerja sama dan saling mendukung menentukan keberhasilan organisasi. Itulah yang disebut solidaritas. Organisasi yang solid akan mampu menghadapi tantangan yang lebih kuat,” ujar Malahayati.
Ia menjelaskan, solidaritas tidak terbentuk secara instan, melainkan harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, sikap saling menghargai dan menghormati peran masing-masing anggota, serta tumbuhnya rasa memiliki terhadap organisasi.
Selain itu, Malahayati juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan di tengah perbedaan pandangan. Menurutnya, keberagaman pemikiran harus menjadi kekuatan yang memperkaya organisasi, bukan sebaliknya menjadi pemicu perpecahan.
Pada kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh anggota DWP se-Aceh untuk terus memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan, menyamakan persepsi, dan meningkatkan kolaborasi antarpengurus maupun anggota.
“Melalui kebersamaan dan solidaritas yang kuat, Dharma Wanita Persatuan akan semakin mampu menjalankan perannya dalam mendukung pembangunan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Rakor DWP Se-Aceh Tahun 2026 diharapkan menjadi wadah konsolidasi yang efektif untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus mempererat hubungan antaranggota dalam mewujudkan Dharma Wanita Persatuan yang semakin solid, profesional, dan berdaya saing. []
Post Views: 108