ACEH TAMIANG — Upaya menanamkan budaya keselamatan kerja terus diperkuat oleh Foreman PT Wijaya Karya (WIKA). Melalui kegiatan safety briefing atau toolbox meeting, perusahaan ini mengingatkan para pekerja bahwa keselamatan adalah prioritas utama, terutama dalam kondisi kerja berisiko pascabencana.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Foreman (Mandor) WIKA, Zulham Efendi, didampingi tiga personel HSE (Health, Safety, and Environment), di halaman Gedung SKB Karang Baru, Aceh Tamiang, Jumat (17/4/2026).
Briefing dilakukan usai para pekerja menyelesaikan pembersihan material lumpur sisa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.
Dalam arahannya, Zulham menegaskan bahwa safety briefing bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah penting untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap potensi bahaya di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh pekerja memahami risiko pekerjaan serta langkah pencegahan yang harus dilakukan. Dengan begitu, mereka bisa bekerja lebih waspada dan menciptakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa edukasi keselamatan menjadi kunci dalam mencegah kecelakaan kerja. Informasi yang disampaikan dalam toolbox meeting membantu pekerja mengenali tanda-tanda bahaya, memahami prosedur kerja yang benar, serta memperkuat komitmen terhadap keselamatan secara menyeluruh.
Tidak hanya fokus pada saat bekerja, briefing juga menekankan pentingnya housekeeping atau penataan area kerja sebelum ditinggalkan. Hal ini bertujuan memastikan lokasi kerja dalam kondisi aman dan tertib, serta seluruh pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat.
“Keselamatan tidak berhenti saat pekerjaan selesai. Kami ingin memastikan area kerja aman dan semua pekerja pulang dalam kondisi baik,” tambah Zulham.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan pembersihan melibatkan sejumlah alat berat dan beberapa unit dump truck yang digunakan untuk mengangkut material lumpur.
Langkah yang dilakukan WIKA ini menjadi contoh nyata bahwa budaya keselamatan kerja harus terus dibangun, terutama dalam situasi pascabencana yang sarat risiko. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan angka kecelakaan kerja dapat ditekan, sekaligus meningkatkan profesionalisme para pekerja di lapangan.












