Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah pejabat terkait dan memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengevaluasi penyebab terjadinya genangan. Ia menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan secara cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Jeffry Sentana menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bergerak sigap melakukan penanganan dini terhadap genangan air yang terjadi di sejumlah ruas jalan maupun kawasan rawan. Menurutnya, koordinasi lintas OPD sangat diperlukan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Seluruh OPD terkait harus responsif dan segera melakukan langkah-langkah penanganan seperti mengecek drainase di lokasi genangan air agar dapat segera teratasi serta tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Wali Kota.
Selain menginstruksikan percepatan penanganan, Wali Kota juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas hujan di wilayah Kota Langsa masih tergolong tinggi dan berpotensi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama di kawasan yang rawan genangan.
Imbauan tersebut sejalan dengan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG Wilayah Aceh. Berdasarkan informasi tersebut, Kota Langsa dan wilayah sekitarnya berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang dapat disertai angin kencang. Kota Langsa juga berada pada status kode kuning yang menunjukkan adanya potensi perluasan wilayah terdampak cuaca ekstrem.
Meski peringatan dini cuaca berlaku pada periode pukul 17.00 WIB hingga 21.26 WIB, masyarakat tetap diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak, berhati-hati saat berkendara, serta mewaspadai potensi genangan, pohon tumbang, dan dampak lain yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.
Pemerintah Kota Langsa memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan mengerahkan seluruh OPD terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipatif, termasuk pemeriksaan saluran drainase dan penanganan titik-titik rawan genangan, sehingga dampak curah hujan tinggi terhadap masyarakat dapat diminimalkan. (S3M).
Post Views: 16