SPPG di Ujung Kebijakan, Johandri Serukan Pembenahan Demi Gizi Anak dan Ekonomi Warga

Berita, Nasional75 Dilihat

ACEH TAMIANG — Pengurus Yayasan Abu Halif, Johandri, meminta pemerintah tidak terburu-buru mengambil kebijakan menutup Satuan Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) menyusul munculnya berbagai persoalan dalam pelaksanaannya. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem, bukan menghentikan program yang selama ini menjadi penopang gizi anak sekaligus ekonomi masyarakat.

Johandri menegaskan, SPPG bukan sekadar dapur penyedia makanan bergizi bagi peserta didik. Di balik operasionalnya terdapat lapangan pekerjaan bagi warga, peluang usaha bagi pelaku UMKM, hingga mata rantai pasok bahan pangan yang melibatkan petani, pedagang, dan pemasok lokal.

banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130

“Kalau ada masalah di SPPG, perbaiki sistemnya—bukan tutup SPPG-nya. Jangan sampai solusi yang ditawarkan justru menghilangkan lapangan kerja, memukul UMKM lokal, dan belum tentu memberikan jaminan higienitas yang lebih baik,” tegas Johandri di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (10/9/2026).

Jangan Ganti Masalah dengan Masalah Baru

Ia menilai wacana menyerahkan seluruh penyediaan makanan kepada kantin sekolah perlu dikaji secara objektif. Sebab, tidak semua kantin memiliki kapasitas produksi, tenaga kerja, peralatan, maupun standar keamanan pangan untuk melayani ribuan porsi makanan setiap hari.

Menurutnya, kebijakan publik harus dibangun berdasarkan data dan kesiapan infrastruktur, bukan sekadar asumsi bahwa kantin otomatis lebih efektif.

Gizi Anak dan Ekonomi Lokal Dipertaruhkan

Program Makan Bergizi Gratis melalui SPPG merupakan bagian dari upaya nasional meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, Johandri berharap pemerintah memperkuat pengawasan, memperbaiki tata kelola, dan menindak tegas bila ditemukan pelanggaran, tanpa mematikan program secara keseluruhan.

Ia juga mengajak media menghadirkan pemberitaan agar masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai manfaat dan tantangan SPPG.

“Jangan matikan SPPG. Benahi yang kurang, perkuat yang baik, dan pastikan manfaatnya tetap kembali kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *