Dalam arahannya, M. Nasir menekankan bahwa suara, ide, dan harapan anak-anak memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan Aceh ke depan. Karena itu, pemerintah tidak hanya berbicara tentang pemenuhan hak anak, tetapi juga membuka ruang agar anak-anak dapat menyampaikan pandangan mereka secara langsung.
“Suara, gagasan, dan harapan kalian memiliki nilai yang sangat penting dalam pembangunan Aceh ke depan. Pemerintah Aceh tidak hanya ingin mendengar tentang hak anak, tetapi juga mendengar langsung dari anak,” ujar M. Nasir.
Menurutnya, Forum Anak Tanah Rencong bukan sekadar wadah edukasi, melainkan ruang partisipasi yang memungkinkan anak-anak berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik, aman, dan ramah bagi tumbuh kembang generasi muda.
Di hadapan peserta Duek Pakat FATAR, Sekda juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara bijak. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak-anak Aceh diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan meningkatkan prestasi, bukan justru terjebak dalam dampak negatif digitalisasi.
Selain itu, M. Nasir menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sinergi harus dibangun mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah di semua tingkatan.
Ia memastikan Pemerintah Aceh terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak agar setiap anak memperoleh hak yang sama untuk hidup sehat, mengakses pendidikan yang layak, terlindungi dari kekerasan, serta memiliki kesempatan berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Menutup sambutannya, M. Nasir memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak ragu menyampaikan ide dan pandangan yang konstruktif. Ia berharap dari forum tersebut lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu mendorong terwujudnya Aceh yang lebih maju, ramah anak, dan bermartabat.
“Saya percaya bahwa dari ruangan ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan Aceh. Mungkin di antara kalian ada yang kelak menjadi guru, dokter, peneliti, pengusaha, ulama, bahkan pemimpin daerah dan pemimpin bangsa. Karena itu, jangan pernah merasa usia kalian masih terlalu muda untuk berbuat baik dan membawa perubahan,” pungkasnya.
Kegiatan Duek Pakat FATAR 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat partisipasi anak dalam pembangunan daerah sekaligus menegaskan bahwa masa depan Aceh yang lebih baik dapat dibangun melalui keterlibatan aktif generasi mudanya sejak hari ini.
Post Views: 74