PETA, LSM dan OKP Aceh Tamiang Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pemasangan Bendera dan Parade Merah Putih

Headline, Nasional118 Dilihat

ACEH TAMIANG — Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mewarnai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembela Tanah Air (PETA) bersama sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Aceh Tamiang menggelar dua kegiatan utama dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 RI, yakni pemasangan bendera Merah Putih di sepanjang jalan dua jalur Karang Baru serta Parade Merah Putih.

banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan kecintaan berbagai elemen masyarakat terhadap bangsa dan negara sekaligus mengajak masyarakat untuk menghidupkan semangat kemerdekaan di ruang publik.

Semarakkan Jalan Dua Jalur Karang Baru dengan Merah Putih

Kegiatan diawali dengan pemasangan bendera Merah Putih di sepanjang jalan dua jalur kawasan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Bendera Merah Putih dipasang secara berjejer menghiasi ruas jalan, sehingga kawasan tersebut tampak semakin semarak dalam menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemasangan bendera tersebut bukan hanya bertujuan memperindah suasana menjelang peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi simbol ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menghormati dan menghayati arti kemerdekaan.

PETA, LSM dan OKP berharap pemasangan bendera di sepanjang jalan tersebut dapat menggugah kesadaran masyarakat agar turut mengibarkan Merah Putih di lingkungan masing-masing sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan kecintaan kepada Tanah Air.

Parade Merah Putih Menuju Kota Kualasimpang

Setelah kegiatan pemasangan bendera, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Parade Merah Putih yang melibatkan berbagai unsur PETA, LSM, OKP, pemuda, masyarakat serta generasi muda.

Parade dimulai dari depan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Tamiang dan bergerak menuju Kota Kualasimpang.

Peserta parade berjalan bersama sambil membawa dan mengibarkan bendera Merah Putih dalam berbagai ukuran. Bahkan, sebuah bendera Merah Putih berukuran panjang dibentangkan dan dibawa secara bersama-sama oleh peserta sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.

Iring-iringan peserta tampak penuh semangat. Ratusan bendera Merah Putih berkibar sepanjang perjalanan, menciptakan suasana semarak dan penuh nuansa kebangsaan di sepanjang rute parade.

Parade tersebut juga mendapat pengawalan dari aparat kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman dan lancar.

Yang menarik, sejumlah personel Paskibraka Aceh Tamiang turut ambil bagian dalam Parade Merah Putih. Kehadiran para generasi muda yang telah dipercaya mengemban tugas sebagai pasukan pengibar bendera menjadi warna tersendiri sekaligus memperkuat pesan bahwa semangat nasionalisme harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Syahriel Nasir: Merah Putih Simbol Persatuan

Pemegang Mandat Pembentukan Pengurus PETA Aceh Tamiang, Periode 2026-2031, Syahriel Nasir, S.Kom didampingi Pesaheat PETA Aceh Tamiang Amir Hasan Nazri SH, mengatakan dua kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membangun kembali semangat nasionalisme sekaligus mengajak masyarakat menjadikan HUT RI sebagai momentum memperkuat persatuan.

“Kegiatan ini kita laksanakan sebagai bentuk kecintaan kepada Tanah Air. Kita mulai dengan memasang bendera Merah Putih di sepanjang jalan dua jalur Karang Baru, kemudian kita lanjutkan dengan Parade Merah Putih dari depan Dispora Aceh Tamiang menuju Kota Kualasimpang. Ini merupakan pesan kebangsaan yang ingin kita sampaikan kepada seluruh masyarakat,” ujar Syahriel Nasir.

Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

“Kita ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa Merah Putih bukan hanya sekadar bendera. Merah Putih adalah simbol perjuangan, persatuan dan keutuhan bangsa. Ketika Merah Putih berkibar, kita semua berada dalam satu barisan sebagai anak bangsa Indonesia,” tegasnya.

Syahriel Nasir juga memberikan apresiasi atas keterlibatan LSM, OKP, pemuda, masyarakat dan personel Paskibraka Aceh Tamiang dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa semangat kebangsaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Aceh Tamiang.

“Kita ingin generasi muda memahami bahwa kemerdekaan tidak diperoleh dengan mudah. Ada pengorbanan para pahlawan yang harus kita hargai. Karena itu, tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan, kedamaian dan keutuhan NKRI,” katanya.

Jangan Jadikan Perbedaan sebagai Pemecah Persatuan

Ayah Cang mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Tamiang untuk tidak menjadikan perbedaan organisasi, pilihan maupun latar belakang sebagai alasan untuk terpecah.

“Kita boleh berbeda organisasi, berbeda pendapat dan berbeda latar belakang, tetapi ketika Merah Putih dikibarkan, kita adalah satu. Kepentingan bangsa dan keutuhan NKRI harus berada di atas kepentingan kelompok,” ujarnya.

Ia berharap semangat yang ditunjukkan melalui pemasangan bendera dan Parade Merah Putih tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan HUT RI selesai. Semangat tersebut harus diteruskan melalui kepedulian terhadap daerah, menjaga keamanan dan ketertiban, mempererat persaudaraan serta ikut berkontribusi dalam pembangunan Aceh Tamiang.

Rangkaian kegiatan PETA, LSM dan OKP Aceh Tamiang tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa peringatan HUT ke-81 RI bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat rasa cinta Tanah Air dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya persatuan.

Dari jalan dua jalur Karang Baru hingga Kota Kualasimpang, kibaran Merah Putih menjadi simbol semangat masyarakat Aceh Tamiang dalam memperingati kemerdekaan.

“Mari kita rawat Merah Putih, kita jaga persatuan, kita pertahankan kedamaian dan kita isi kemerdekaan dengan karya serta hal-hal positif untuk Aceh Tamiang dan Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!” pungkas Syahriel Nasir.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *