Pangdam IM Resmikan Jembatan Perintis Garuda 240 Meter, Buka Akses Warga Sekerak

ACEH TAMIANG — Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Joko Hadi Susilo meresmikan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Kampung Sekerak Kiri dengan Kampung Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (26/8/2026).

Jembatan Perintis Garuda sepanjang 240 meter x 120 cm tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan mobilitas akibat kondisi geografis dan akses penyeberangan yang terbatas. Infrastruktur itu juga disebut sebagai jembatan gantung perintis terpanjang di Indonesia.

banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130

Peresmian jembatan disambut antusias masyarakat. Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan jembatan diharapkan membuka akses yang lebih aman menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.

Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo mengatakan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil kolaborasi TNI Angkatan Darat, pemerintah daerah, serta masyarakat.

“Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI, seluruh instansi, dan juga seluruh komponen yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang ini menjadikan kita dapat menjawab dan menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat,” kata Joko Hadi Susilo.

Menurutnya, jembatan tersebut tidak sekadar menjadi penghubung antarkampung, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung harapan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan silaturahmi antarwarga, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kemudahan akses, memperlancar mobilitas masyarakat serta hasil pertanian, serta menjadi pendorong bagi tumbuhnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

270 Jembatan Dibangun di Aceh

Dalam kesempatan itu, Pangdam IM memaparkan pembangunan infrastruktur jembatan yang telah dikerjakan jajaran TNI AD di berbagai wilayah Aceh.

Hingga saat ini, sebanyak 270 titik jembatan telah diselesaikan di Aceh, yang terdiri atas jembatan perintis, jembatan Bailey, jembatan Aramco, dan jembatan gantung.

Khusus di Aceh Tamiang, terdapat 20 titik jembatan yang telah dan sedang dikerjakan. Rinciannya, tiga jembatan perintis dengan dua telah selesai dan satu masih dalam pengerjaan, tiga jembatan Aramco, satu jembatan Bailey, serta 13 jembatan beton dengan lima titik telah selesai dan delapan lainnya masih dalam pengerjaan.

“Pembangunan jembatan di wilayah ini menjadi salah satu wujud kepedulian TNI Angkatan Darat dalam meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan pembangunan ini membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong, berbagai tantangan dapat kita selesaikan,” tutur Joko.

TNI Hadir Pulihkan Konektivitas Warga

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., mengatakan rampungnya Jembatan Perintis Garuda menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu mengatasi persoalan akses masyarakat di wilayah teritorialnya.

Ia menyebut, sebelum jembatan dibangun, warga Sekerak Kiri dan Bandar Mahligai harus menggunakan perahu atau getek untuk menyeberangi sungai. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya menyulitkan mobilitas, tetapi juga memiliki risiko keselamatan.

“Pembangunan jembatan gantung Perintis Garuda ini merupakan wujud komitmen nyata TNI AD dalam menjamin keselamatan serta memulihkan konektivitas antardesa di wilayah teritorial kami,” kata Raden Subhi.

Dengan tersedianya jembatan, aktivitas masyarakat kini diharapkan berlangsung lebih aman dan lancar, termasuk mobilitas anak-anak menuju sekolah serta pengangkutan hasil pertanian.

Warga: Tak Lagi Bertaruh Nyawa Menyeberang

Manfaat jembatan tersebut turut dirasakan langsung masyarakat. Abdul Halim (47), warga Kampung Sekerak Kiri, mengaku bersyukur atas pembangunan akses penghubung tersebut.

Menurutnya, sebelum jembatan tersedia, warga harus menghadapi kesulitan ketika hendak menyeberang sungai maupun membawa hasil pertanian ke wilayah seberang.

“Kami mewakili warga sangat bersyukur dan berterima kasih sekali dengan adanya Jembatan Perintis Garuda ini. Selama ini untuk beraktivitas, menyeberang sungai, atau membawa hasil pertanian ke seberang cukup sulit dan penuh risiko,” ujar Abdul Halim.

Ia berharap jembatan sepanjang 240 meter tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan keamanan mobilitas warga.

“Dengan adanya jembatan ini, mobilitas kami jadi jauh lebih mudah, anak-anak sekolah juga aman, dan roda ekonomi kampung kami sangat terbantu,” katanya.

Diminta Dijaga sebagai Aset Bersama

Pangdam IM juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat terkait, tokoh masyarakat, serta warga yang turut mendukung pembangunan jembatan.

Ia meminta masyarakat bersama pemerintah daerah menjaga dan merawat Jembatan Perintis Garuda agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap jembatan ini dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai aset bersama, sehingga kita semua dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” pungkas Joko Hadi Susilo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *