Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.45 WIB itu mengakibatkan tiga orang menjadi korban. Satu korban meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Zubir Mahmud.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Aril Ramadan (17), warga Gampong Pante Panah, Kecamatan Pantee Bidari.
Adapun dua korban yang masih menjalani perawatan medis yakni Syawal Fazli (26) dan Halim Wahidin (22). Halim diketahui merupakan warga Gampong Pante Panah.
Informasi mengenai musibah tersebut disampaikan Camat Pantee Bidari, Darkasyi, melalui laporan resmi kepada Bupati Aceh Timur. Sambaran petir terjadi secara tiba-tiba ketika pertandingan sepak bola antar-dusun tengah berlangsung.
Setelah kejadian, pihak terkait segera melakukan penanganan terhadap para korban. Dua korban yang selamat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di RSUD dr. Zubir Mahmud. Sementara korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Petir di Lapangan Terbuka Tak Boleh Dianggap Sepele
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa aktivitas di ruang terbuka, khususnya lapangan olahraga, memiliki risiko ketika cuaca mulai berubah dan muncul tanda-tanda petir.
Saat terdengar suara guruh atau terlihat kilatan petir, pertandingan maupun kegiatan di lapangan terbuka sebaiknya segera dihentikan. Pemain, penonton, dan panitia dianjurkan meninggalkan area terbuka dan mencari tempat perlindungan yang aman.
Menghentikan pertandingan bukan berarti berlebihan. Petir dapat menyambar objek atau manusia di area terbuka dan risikonya dapat meningkat ketika seseorang berada di tempat yang relatif terbuka atau menjadi salah satu titik tertinggi di sekitarnya.
Karena itu, panitia kegiatan olahraga perlu menjadikan kondisi cuaca sebagai bagian dari aspek keselamatan. Jika hujan disertai petir mulai terjadi, pertandingan sebaiknya ditunda hingga kondisi benar-benar aman.
Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat melakukan aktivitas di ruang terbuka.
Keselamatan harus menjadi prioritas. Ketika petir mulai menyambar, jangan menunggu sampai cuaca memburuk. Hentikan aktivitas, tinggalkan lapangan terbuka, dan segera mencari tempat perlindungan yang aman.
Musibah di Gampong Pante Panah tersebut menjadi pelajaran bahwa kewaspadaan terhadap cuaca bukan sekadar imbauan, melainkan bagian penting dari upaya mencegah jatuhnya korban dalam kegiatan masyarakat.
(S3M)
Post Views: 23