Komisi VI DPR Aceh Tinjau SMK di Pidie, Bang Jack: Penguatan Kompetensi Siswa Hadapi Dunia Kerja

Berita72 Dilihat

PIDIE — Komisi VI DPR Aceh melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Pidie, Kamis (13/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari agenda pengawasan dan monitoring terhadap penyelenggaraan pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan.

Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi VI DPR Aceh, Tgk. Agam, rombongan mengunjungi SMK Negeri 2 Sigli dan SMK Negeri 3 Sigli. Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, kepala sekolah, serta para guru dan tenaga pendidik.

banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130

Pengawasan diarahkan untuk melihat secara langsung proses belajar mengajar sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang masih perlu diperkuat dalam penerapan bahan ajar dan pembelajaran berbasis keterampilan.

Anggota Komisi VI DPR Aceh, Muhammad Zakiruddin, mengatakan pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha.

Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut memberikan gambaran mengenai antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran, terutama kegiatan praktik pada jurusan yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.

“Kita melihat para siswa begitu antusias mengikuti pembelajaran praktik. Ini tentu menjadi modal penting bagi mereka untuk meningkatkan soft skill maupun kemampuan teknis sesuai jurusan yang dipilih,” ujar Bang Jack sapaan akrab Muhammad Zakiruddin.

Saat meninjau praktik jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Zakiruddin melihat berbagai peralatan yang digunakan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam kesempatan tersebut, seorang siswa menyampaikan cita-citanya untuk membuka bengkel mobil setelah menyelesaikan pendidikan.

Zakiruddin pun merespons positif keinginan tersebut dan mendorong siswa agar terus belajar dengan sungguh-sungguh.

“Kalau nanti punya bengkel, saya servis kendaraan saya sama ananda,” katanya, seraya memotivasi siswa tersebut untuk terus mengasah kemampuan.

Menurut Zakiruddin, keinginan siswa untuk membuka usaha merupakan contoh bahwa pendidikan vokasi tidak hanya diarahkan untuk mencetak tenaga kerja, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya wirausaha muda.

Ia menilai keterampilan yang diperoleh selama berada di bangku SMK harus terus diperkuat agar lulusan memiliki daya saing ketika memasuki dunia kerja yang semakin dinamis.

“Kita sama-sama berharap para siswa memiliki tekad yang kuat dan kemauan belajar yang tinggi. Daya saing untuk masuk ke dunia kerja saat ini sangat dinamis dan ketat,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, penguasaan keahlian tertentu menjadi salah satu modal penting bagi lulusan SMK. Kompetensi teknis yang dibarengi kemampuan komunikasi, kedisiplinan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dinilai dapat meningkatkan daya tawar lulusan di tengah persaingan kerja.

“Penting bagi siswa memiliki keahlian dan kemampuan pada bidang tertentu. Ini yang nantinya menjadi nilai plus dan daya tawar ketika mereka memasuki dunia pekerjaan,” ujar Zakiruddin.

Komisi VI DPR Aceh berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan di Aceh, sehingga lulusan SMK tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja dan mampu membuka peluang usaha secara mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *