Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus KORPRI Provinsi Aceh dan 20 ketua KORPRI kabupaten/kota se-Aceh.
Dalam pidatonya, Muhammad Nasir menyebut KORPRI memiliki posisi strategis dalam mendorong terwujudnya birokrasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan pelayanan publik.
Pemerintah Aceh, kata Nasir, meyakini bahwa kualitas birokrasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, ASN dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil.
“Semangat ini harus berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KORPRI Nasional, Prof. Zudan Arif Fakrullah, menegaskan bahwa ASN merupakan salah satu pilar utama penyelenggaraan pemerintahan bersama TNI dan Polri.
Ia juga memaparkan empat fokus utama KORPRI ke depan, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik dan digitalisasi birokrasi, penguatan ideologi dan karakter ASN, perlindungan karier dan bantuan hukum, serta peningkatan kesejahteraan ASN.
Menurut Prof. Zudan, seluruh program tersebut bermuara pada satu tujuan besar, yaitu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Post Views: 51