ACEH TAMIANG — Halaman sebuah rumah di Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, tepatnya di kediaman Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon berubah menjadi lautan manusia, Minggu (26/4/2026).
Ratusan anak-anak usia sekolah, didampingi orang tua mereka, memadati lokasi dengan satu harapan sederhana: mendapatkan buku tulis gratis untuk menunjang pendidikan mereka.
Aksi sosial yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Tamiang ini menjadi pemandangan yang tak hanya ramai, tetapi juga sarat makna. Di tengah keterbatasan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, bantuan alat tulis menjadi simbol perhatian nyata terhadap masa depan generasi muda.
Program ini merupakan instruksi langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh sebagai bentuk komitmen mendukung pendidikan hingga ke tingkat akar rumput. Tak sekadar seremonial, kegiatan ini juga memperlihatkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon tampak hadir mengenakan rompi merah khas Partai Aceh. Ia tak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis, tetapi juga menyapa anak-anak satu per satu. Senyum ceria yang terpancar dari wajah para penerima seakan menjadi energi tersendiri dalam kegiatan tersebut.
“Bantuan ini murni dari Partai Aceh, dari kami DPW Aceh Tamiang dan juga dari Bapak Muzakir Manaf untuk anak-anak sekolah. Harapannya, mereka semakin semangat belajar,” ujar Fadlon di sela kegiatan.
Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan berasal dari anggaran pemerintah, melainkan hasil kontribusi internal partai, termasuk dukungan dari Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem.
Menurut Fadlon, Kampung Kota Lintang hanyalah salah satu dari puluhan kampung yang telah menerima program serupa. Ia mengakui adanya penyesuaian jadwal sehingga distribusi di wilayah tersebut baru terlaksana sekarang. Namun, ia memastikan seluruh anak yang berhak tetap akan mendapatkan bantuan.
“Kami sudah menjangkau puluhan kampung lainnya. Untuk Kota Lintang memang baru terlaksana hari ini karena penyesuaian waktu, tapi kami pastikan semua anak sekolah mendapatkannya. Kami hanya berharap masyarakat tetap tertib,” tambahnya.
Lebih dari sekadar pembagian buku, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak selalu harus dalam skala besar. Hal-hal sederhana seperti buku tulis justru dapat menjadi pemantik semangat belajar bagi anak-anak.
Di tengah hiruk-pikuk kegiatan, terlihat jelas bahwa bantuan ini bukan hanya soal alat tulis, melainkan juga tentang harapan—harapan agar anak-anak Aceh Tamiang terus melangkah maju, menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
Program ini diharapkan mampu meringankan beban orang tua sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang—tempat di mana mimpi-mimpi besar sering kali dimulai dari hal-hal kecil.












