Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pertanian di kawasan yang sebelumnya terdampak banjir dan mengakibatkan kerusakan lahan sawah serta infrastruktur pendukung pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan Penanggung Jawab Swasembada Pangan Aceh yang diwakili Kepala Balai Riset dan Modernisasi Peternakan (BRMP) Ruminansia Kecil, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I., Dandim 0117/Aceh Tamiang, perwakilan Kapolres Aceh Tamiang, Kepala Balai Besar Riset dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Aceh, Manajer Penjualan Wilayah Aceh PT Pupuk Indonesia (Persero), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Tamiang, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, Camat Bendahara, Danramil 04/Bendahara, Datok Penghulu Desa Teluk Halban, para anggota BRMP, kelompok tani, serta brigadir pangan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pemulihan sektor pertanian pascabencana, termasuk dukungan dari Kementerian Pertanian.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kami mengucapkan selamat datang kepada Dr. drh. Agus Susanto, Firdaus, Muhammad Syawal beserta jajaran. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan seluruh pihak yang telah mendukung penanganan dampak bencana hingga terlaksananya rehabilitasi lahan dan tanam perdana ini,” ujarnya.
Ismail menjelaskan, bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian, jaringan irigasi, serta terhentinya aktivitas produksi para petani. Namun, pelaksanaan tanam perdana tersebut menjadi simbol kebangkitan dan semangat gotong royong masyarakat dalam memulihkan sektor pertanian.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, lanjutnya, berkomitmen mempercepat pemulihan melalui rehabilitasi lahan, perbaikan infrastruktur irigasi, penyaluran benih unggul dan sarana produksi, serta penguatan pendampingan kepada petani.
Sementara itu, Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya mengatakan bahwa meskipun berbagai fasilitas mengalami kerusakan akibat banjir, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat seluruh pihak untuk bangkit dan bekerja demi kepentingan masyarakat.
“Menindaklanjuti arahan Presiden yang disampaikan dalam kegiatan di Hambalang, seluruh jajaran diminta untuk terus meningkatkan kinerja serta memberikan pemahaman dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata,” kata Dandim.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan kalangan akademisi dan perguruan tinggi untuk mendukung penelitian dan pengembangan di sektor pertanian.
Menurutnya, keterlibatan dunia akademik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mengoptimalkan hasil panen, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Aceh Tamiang.
Tanam padi perdana di Desa Teluk Halban tersebut diharapkan menjadi langkah awal percepatan pemulihan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah setelah bencana yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
Post Views: 55