Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, bersama tim dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Sabtu (20/6/2026), meninjau calon lokasi pembangunan hunian tetap di Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, serta Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun.
Pemerintah pusat melalui Kementerian PKP merencanakan pembangunan sebanyak 2.212 unit rumah permanen pada tahun 2026 yang akan tersebar di sejumlah lokasi terdampak bencana di Aceh Tamiang.
Bupati Armia menegaskan, penyediaan hunian permanen yang layak menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam upaya memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana.
“Satu per satu bantuan untuk masyarakat akan kita selesaikan. Kita kejar terus sampai masyarakat mendapatkan semua hak yang telah dijanjikan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Armia Pahmi saat meninjau lokasi calon lahan huntap.
Ribuan Warga Terdampak Masih Menanti Pemulihan
Banjir bandang yang terjadi pada penghujung November 2025 menjadi salah satu bencana terbesar yang pernah melanda Aceh Tamiang dalam beberapa tahun terakhir. Tingginya intensitas hujan dan meluapnya sejumlah sungai menyebabkan ribuan rumah warga terendam, fasilitas umum rusak, serta memaksa banyak keluarga mengungsi.
Pasca bencana, pemerintah telah membangun sejumlah Hunian Sementara (Huntara) sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Selain itu, bantuan stimulan perbaikan rumah juga telah disalurkan kepada ribuan kepala keluarga guna mempercepat proses pemulihan.
Meski demikian, kebutuhan akan hunian permanen masih menjadi harapan besar masyarakat. Sebab, sebagian warga hingga kini masih hidup dalam keterbatasan dan menanti kepastian tempat tinggal yang aman serta layak huni.
Percepatan Rekonstruksi Jadi Prioritas
Peninjauan lokasi calon huntap bersama Kementerian PKP menjadi bagian penting dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang saat ini tengah berlangsung. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap seluruh tahapan, mulai dari penetapan lahan hingga proses pembangunan, dapat berjalan sesuai target sehingga masyarakat segera dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Keberadaan 2.212 unit hunian tetap tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi warga korban banjir bandang, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya Aceh Tamiang dari dampak bencana yang melanda akhir tahun lalu.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi berbagai pihak, proses pemulihan pascabencana di Bumi Muda Sedia diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, sehingga masyarakat yang terdampak dapat kembali hidup dengan aman, nyaman, dan sejahtera.
Post Views: 392