Semangat itulah yang diangkat dalam ajakan “Ayah Antar Anak pada Hari Pertama Sekolah” yang digaungkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui gerakan tersebut, para ayah didorong untuk hadir mendampingi putra-putrinya memasuki gerbang sekolah sebagai bentuk dukungan emosional dan penguatan hubungan keluarga.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Syamsul Rizal, S.Ag., MAP, Sabtu (11/7/2026) di Karang Baru, mengajak para orang tua untuk menjadikan hari pertama sekolah sebagai momentum membangun optimisme anak dalam menempuh pendidikan.
“Jadikan hari pertama sekolah sebagai langkah awal membangun semangat, kepercayaan diri, dan masa depan anak yang lebih cerah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kampanye tersebut.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa pengalaman pada hari pertama sekolah akan memengaruhi rasa percaya diri, semangat belajar, dan kemampuan anak beradaptasi di lingkungan baru. Oleh sebab itu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sejak hari pertama.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, juga mengimbau para orang tua untuk mengantarkan anak ke sekolah pada hari pertama sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah dan mendukung perkembangan anak.
Gerakan ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 7 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Data yang dipublikasikan pemerintah menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak usia dini masih relatif rendah, yakni sekitar 20,9 persen.
Empat Langkah Sederhana untuk Para Ayah
Dalam kampanye tersebut, terdapat sejumlah pesan edukatif yang dapat diterapkan orang tua, khususnya ayah, saat mendampingi anak memasuki tahun ajaran baru:
1. Mempersiapkan anak agar siap dan berani. Orang tua dapat mengenalkan lingkungan sekolah, guru, dan aktivitas belajar sebelum hari pertama tiba.
2. Memberikan motivasi dengan kata-kata positif. Dukungan sederhana seperti pujian dan dorongan akan membantu anak lebih percaya diri.
3. Mendampingi dan mengantar anak ke sekolah. Kehadiran ayah memberikan rasa aman sekaligus mempererat ikatan emosional dalam keluarga.
4. Menciptakan momen yang bermakna bersama anak. Hari pertama sekolah dapat menjadi kenangan berharga yang membangun semangat belajar anak untuk jangka panjang.
Panduan pemerintah mengenai hari pertama sekolah juga menekankan pentingnya kehadiran orang tua untuk mencegah praktik perundungan, membantu anak beradaptasi, sekaligus mempererat komunikasi antara keluarga dan pihak sekolah.
Selain itu, Kemendikdasmen mengingatkan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Peran aktif orang tua, baik di rumah maupun di sekolah, menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan prestasi akademik mereka.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan saat ini, langkah sederhana seorang ayah yang menggandeng tangan anak menuju sekolah ternyata menyimpan makna besar. Bukan hanya mengantar hingga gerbang sekolah, tetapi juga menanamkan rasa aman, cinta, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah perjalanan yang harus ditempuh bersama.
Post Views: 234