Informasi awal mengenai bencana itu diterima Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Muhammad Zakiruddin, dari masyarakat setempat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sedikitnya tujuh unit rumah terdampak akibat angin kencang disertai pohon tumbang, dengan tingkat kerusakan diperkirakan antara 20 hingga 60 persen.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Muhammad Zakiruddin yang akrab disapa Bang Jek turun langsung ke lokasi pada Jumat (7/8/2026). Dalam peninjauan itu, ia didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tamiang, Siti Rahmah, bersama tim Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga terdampak sekaligus memastikan kebutuhan mendesak para korban pascabencana.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian material cukup dirasakan warga karena beberapa rumah mengalami kerusakan,” ujar Muhammad Zakiruddin di sela-sela peninjauan.
Salah seorang warga terdampak mengaku masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Menurutnya, angin puting beliung datang saat malam hari ketika sebagian besar warga sedang beristirahat.
“Kami sangat terkejut karena kejadiannya begitu cepat. Sampai sekarang masih merasa trauma,” ungkapnya.
Warga juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Zakiruddin, Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tamiang, dan tim Tagana yang segera datang ke lokasi untuk memberikan perhatian dan melihat langsung kondisi para korban.
Adapun data sementara warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat angin kencang dan pohon tumbang meliputi:
– Irwansyah (29), Dusun Alur Papan, rusak ringan.
– Samuri (72), Dusun Alur Papan, rusak sedang.
– Samin (48), Dusun Alur Papan, rusak ringan.
– Bahtiar (48), Dusun Gelugur, rusak berat.
– Dedi Setiawan (42), Dusun Bandung, rusak ringan.
Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan terhadap seluruh rumah terdampak untuk memastikan penanganan dan bantuan dapat segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Post Views: 258