Musda Salimah Aceh Tamiang Kukuhkan Tuti Faridahni Pimpin Periode 2026–2030, Perkuat Program untuk Perempuan dan Keluarga

Headline, Religi74 Dilihat

ACEH TAMIANG – Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah, Sabtu (4/7/2026).

Agenda tersebut menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi program kerja, merumuskan arah kebijakan organisasi, sekaligus memilih kepengurusan baru periode 2026–2030.

banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130

Mengusung tema “Memperkuat Kepemimpinan, Menyatukan Gerak, Mengoptimalkan Kemanfaatan Program untuk Perempuan, Anak, dan Keluarga”,

Musda dihadiri Ketua dan Bendahara Pengurus Wilayah Salimah Aceh, tokoh perempuan Aceh Tamiang, jajaran pengurus Salimah Aceh Tamiang, serta Dewan Pimpinan Musyawarah Daerah.

Ketua Pengurus Wilayah Salimah Aceh, Rahmi Suraya, S.TP., dalam sambutannya menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi organisasi untuk memperkuat sinergi dalam menghadirkan program-program yang semakin bermanfaat bagi masyarakat.

“Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi wadah evaluasi, silaturahmi, serta penyusunan langkah-langkah strategis agar seluruh program yang telah dirumuskan dapat dilaksanakan secara maksimal,” ujarnya.

Selama pelaksanaan Musda, peserta mengikuti sejumlah agenda penting, mulai dari penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya, pembahasan rekomendasi program kerja, sidang organisasi, hingga pemilihan kepengurusan baru sesuai mekanisme musyawarah organisasi.

Dalam forum tersebut, Tuti Faridahni, SST.Par., kembali dipercaya memimpin Pimpinan Daerah Salimah Kabupaten Aceh Tamiang untuk masa bakti 2026–2030. Terpilihnya kembali Tuti menjadi bentuk kepercayaan anggota untuk melanjutkan kepemimpinan dan program-program organisasi yang telah berjalan pada periode sebelumnya.

Usai terpilih, Tuti Faridahni menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan serta mengoptimalkan program Salimah di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi keluarga, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

Menurutnya, penguatan ketahanan keluarga akan tetap menjadi prioritas utama organisasi sebagai fondasi pembangunan masyarakat, khususnya dalam mendukung proses pemulihan sosial masyarakat Aceh Tamiang pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun lalu.

Melalui kepengurusan yang baru, Salimah Aceh Tamiang juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, berbagai lembaga, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat agar manfaat program organisasi dapat dirasakan lebih luas oleh perempuan, anak, dan keluarga.

Musyawarah Daerah ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon keberkahan dan kemudahan dalam mengemban amanah organisasi, sekaligus memperkuat tekad untuk mewujudkan perempuan, anak, dan keluarga Indonesia yang berkualitas, berdaya, serta sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *