ACEH TAMIANG — Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Aceh Tamiang periode 2026–2031 resmi dilantik. Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Aula Masjid Istiqomah, Benua Raja, Kamis (27/8/2026).
Pelantikan dilakukan oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, yang hadir mewakili Bupati Aceh Tamiang.
Dalam sambutannya, Syuibun menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi dakwah merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, dakwah memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Dakwah perlu diwujudkan dalam kehidupan sosial dengan menghadirkan nilai-nilai Islam yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
“Dakwah pada hakikatnya bukan hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga bagaimana menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin bagi seluruh kehidupan,” ujar Syuibun.
Ia menjelaskan, dakwah yang konstruktif dapat menjadi sarana untuk membangun akhlak dan etika masyarakat, memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan sosial.
Karena itu, kata Syuibun, aktivitas dakwah diharapkan tidak berhenti pada penyampaian ajaran, tetapi juga mampu memberikan pencerahan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi umat.
Dorong Sinergi dengan Pemerintah
Syuibun juga mendorong DDII Aceh Tamiang membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga kemasyarakatan, serta organisasi Islam lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program dakwah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dakwah membutuhkan kebersamaan. Dengan sinergi yang baik, berbagai program keumatan dapat dilakukan secara lebih terarah dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikannya.
Prosesi pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan oleh Said Azhar, S.Ag., selaku Sekretaris Majelis Syuro Dewan Dakwah Aceh.
Dalam amanat pelantikan, Prof. Dr. Tgk. Muhammad AR, M.Ed., turut mengingatkan jajaran pengurus mengenai pentingnya integritas dalam menjalankan amanah organisasi.
Ia berharap seluruh pengurus DDII Aceh Tamiang dapat menjalankan tugas secara sungguh-sungguh, menjaga kepercayaan yang diberikan, serta menjadikan dakwah sebagai instrumen untuk memperkuat kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh Tamiang, para kepala SKPK, pengurus dan anggota DDII, ulama, serta sejumlah undangan lainnya.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, DDII Aceh Tamiang diharapkan mampu memperkuat peran dakwah yang edukatif, membangun karakter masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadaban.










