BANDA ACEH — Di tengah persoalan air bersih yang masih membayangi sebagian masyarakat Aceh Tamiang, deretan sumur bor yang dibangun jajaran TNI menjadi lebih dari sekadar infrastruktur. Ia menjadi sumber kehidupan bagi warga yang sebelumnya harus berjuang mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kerja nyata tersebut mengantarkan Komandan Kodim (Dandim) 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., meraih penghargaan dari Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.IP.
Penghargaan itu diberikan atas dedikasi dan prestasi jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang dalam mendukung program penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor terbanyak di wilayah jajaran Kodam Iskandar Muda.
Penghargaan tersebut diserahkan pada Sabtu (29/8/2026).
Bagi Dandim Raden Subhi, penghargaan itu bukan sekadar pengakuan atas capaian sebuah satuan. Di baliknya terdapat kerja bersama personel TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk menghadirkan kebutuhan paling mendasar: air bersih.
Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo mengapresiasi langkah jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang yang dinilai mampu menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.
Pembangunan sumur bor tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana tugas kewilayahan TNI dapat bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Air yang mengalir dari setiap titik sumur menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran TNI AD di tengah masyarakat.
Ratusan Titik Air Bersih Dibangun
Program penyediaan air bersih yang dijalankan Kodam Iskandar Muda memiliki skala yang cukup besar. Dari total rencana pembangunan 427 titik sumur bor, sebanyak 321 titik telah selesai dibangun.
Untuk fasilitas sanitasi, program tersebut juga mencakup pembangunan 286 unit Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Hingga kini, sebanyak 114 unit telah rampung.
Di Aceh Tamiang, jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang menjadi salah satu satuan yang bergerak dalam program tersebut dengan membangun 100 titik sumur bor air bersih dan 100 unit fasilitas MCK.
Program itu diarahkan terutama untuk membantu pemulihan masyarakat setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang sempat mengganggu berbagai fasilitas dasar warga.
Pembangunannya dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel TNI AD bersama masyarakat setempat. Pola gotong royong menjadi bagian penting dalam pelaksanaan di lapangan, sehingga pembangunan fasilitas tidak hanya menghasilkan sarana fisik, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat.
Dari Kampung hingga Pesantren
Program air bersih tersebut tidak berhenti di permukiman warga.
Dalam pelaksanaan program teritorial, fasilitas air bersih dan sanitasi juga menyasar sejumlah pondok pesantren. Tambahan sumur bor dan MCK dibangun di beberapa lingkungan pesantren, termasuk Dayah Mudi Mi’rajul Ulum dan pondok pesantren di Kecamatan Manyak Payed.
Bagi lingkungan pendidikan keagamaan, ketersediaan air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Aktivitas belajar, ibadah, hingga kehidupan sehari-hari para santri sangat bergantung pada tersedianya fasilitas dasar tersebut.
Program serupa juga hadir melalui TMMD ke-128. Satuan Tugas TMMD menyelesaikan pembangunan lima unit sumur bor di Desa Suka Makmur, sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan keterbatasan air bersih di wilayah tersebut.
Dengan demikian, pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang bukanlah program yang berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas untuk mempercepat pemulihan dan memperkuat ketahanan masyarakat melalui penyediaan kebutuhan dasar.
Penghargaan yang Menjadi Pengingat
Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Pangdam Iskandar Muda.
Menurut dia, capaian tersebut tidak mungkin terwujud tanpa kerja sama seluruh personel Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari upaya kami membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih, terutama bagi wilayah yang selama ini mengalami kesulitan air.” ungkapnya
Bagi Raden Subhi, pekerjaan belum selesai ketika sebuah sumur dinyatakan rampung. Yang lebih penting adalah memastikan fasilitas tersebut benar-benar memberikan manfaat dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Karena itu, jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang berkomitmen melanjutkan berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Bukan hanya pembangunan sarana air bersih, tetapi juga program pembinaan teritorial yang diarahkan untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan masyarakat.
“Semoga keberadaan sumur bor yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Kami akan terus berkomitmen untuk hadir dan membantu masyarakat di setiap kondisi.” harapnya.
Penghargaan dari Pangdam Iskandar Muda akhirnya menjadi penanda atas sebuah kerja yang jauh lebih besar daripada angka pembangunan fisik.
Sebab bagi warga yang sebelumnya kesulitan memperoleh air, sebuah sumur bukan hanya lubang yang menembus tanah. Dari sanalah air mengalir, kehidupan kembali bergerak, dan harapan tumbuh.
Di Aceh Tamiang, pengabdian itu kini dapat diukur bukan hanya melalui jumlah titik yang dibangun, tetapi melalui seberapa banyak kehidupan warga yang menjadi lebih baik setelah air bersih mengalir.






