Bijak Bermedia Sosial: Ustadz Saiful Ingatkan Bahaya Hate Comment di Era Digital

Headline, Religi148 Dilihat

Di tengah derasnya arus teknologi dan media sosial, masyarakat diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan oleh Ustadz Saiful S.Ag yang menyoroti maraknya fenomena hate comment atau komentar bernada kebencian di media sosial baru – baru ini kepada Ketua PWI Aceh Tamiang Erwan agar dapat diteruskan ke media online.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu pesat seharusnya diimbangi dengan akhlak dan etika yang baik. Namun kenyataannya, media sosial kini sering dipenuhi komentar yang berisi hinaan, fitnah, cacian, hingga ujaran yang merendahkan orang lain.

Padahal, dalam ajaran Islam, menjaga lisan dan tulisan merupakan bagian dari ibadah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

“Setiap kata yang diucapkan maupun dituliskan akan dimintai pertanggungjawaban,” ujar Ustadz Saiful.

Ia menjelaskan, dalam Islam tidak ada satu ucapan pun yang luput dari catatan malaikat, termasuk tulisan di kolom komentar media sosial. Karena itu, umat Muslim diminta lebih berhati-hati sebelum mengetik sesuatu yang dapat melukai hati orang lain atau memicu permusuhan.

Fenomena komentar negatif di media sosial juga dinilai semakin memprihatinkan karena banyak mengandung hinaan terhadap fisik, pekerjaan, pilihan hidup, hingga kesalahan pribadi seseorang. Islam, kata dia, dengan tegas melarang tindakan saling mencela dan merendahkan sesama.

“Komentar jahat di media sosial sama saja dengan mencaci secara langsung, bahkan dampaknya bisa lebih besar karena disaksikan banyak orang,” jelasnya.

Selain itu, Ustadz Saiful turut mengingatkan bahaya fitnah dan tuduhan tanpa bukti yang kerap muncul di dunia maya. Banyak pengguna media sosial dengan mudah menyebarkan rumor, gosip, maupun informasi yang belum tentu benar hanya karena ikut-ikutan arus percakapan.

Dalam pandangan Islam, fitnah disebut lebih kejam daripada pembunuhan karena mampu merusak nama baik dan kehidupan seseorang. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Lebih lanjut, ia menilai komentar kebencian juga dapat menjadi “dosa jariyah”. Jika komentar buruk terus dibagikan, ditiru, atau memicu keburukan lainnya, maka dosa tersebut akan terus mengalir kepada pelakunya.

Tidak hanya berdampak secara spiritual, hate comment juga dinilai dapat melukai mental seseorang. Banyak korban komentar negatif mengalami tekanan psikologis, kehilangan rasa percaya diri, bahkan depresi akibat serangan verbal di media sosial.

Karena itu, Ustadz Saiful mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan, ilmu, dan persaudaraan.

Ia pun mengingatkan pedoman sederhana dalam Islam yang sangat relevan dengan kehidupan digital saat ini: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

“Jika komentar tidak membawa manfaat, lebih baik menahan diri. Diam jauh lebih mulia daripada menyakiti orang lain,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *