Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Armia saat melakukan kunjungan silaturahmi dengan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Kota Medan, Kamis (9/7/2026) sore.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Mendagri selaku Ketua Satgas PRR. Inisiasi skema hibah antardaerah ini merupakan langkah strategis dan progresif, sekaligus mencerminkan kuatnya solidaritas nasional dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan permukiman masyarakat,” ujar Armia.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Armia didampingi oleh Wakil Bupati Ismail, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Tamiang Syuibun Anwar, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Pada kesempatan itu, mereka juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Medan yang dinilai konsisten dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kota Medan merupakan salah satu daerah yang berkontribusi dalam komitmen bantuan keuangan dari pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara kepada Aceh, dengan total nilai mencapai Rp260 miliar.
Menurut Armia, komitmen Pemerintah Kota Medan tercermin dari kesediaannya untuk tetap mengirimkan bantuan berupa armada pemadam kebakaran serta alat berat milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) ke Aceh Tamiang, meskipun pada saat yang sama Kota Medan juga tengah menghadapi bencana banjir.
“Kebijakan Bapak Mendagri mendapat respons yang sangat positif dari Wali Kota Medan. Meskipun Medan juga terdampak bencana, beliau tetap menunjukkan komitmen untuk membantu. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas yang tinggi,” ungkap Armia.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Waas, menyambut baik kedatangan jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan Satgas PRR dalam mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.
“Inisiatif ini dilandasi oleh semangat kemanusiaan dan persahabatan, dengan harapan proses pemulihan di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” ujar Rico.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Armia juga memaparkan perkembangan upaya pemulihan pascabencana yang telah dilaksanakan bersama Satgas PRR. Program tersebut mencakup penyaluran bantuan stimulan untuk rumah rusak, bantuan dana jatah hidup, serta bantuan sosial bagi para penyintas, dengan total anggaran mendekati Rp1 triliun.
Selain itu, pemerintah terus mendorong pembangunan hunian tetap (huntap), pemulihan perekonomian masyarakat, serta perbaikan sejumlah infrastruktur strategis yang terdampak bencana.
Bupati Armia berharap sinergi yang terbangun melalui kebijakan Mendagri dan Satgas PRR dapat segera terealisasi secara menyeluruh, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tamiang dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.
Post Views: 81