ACEH TAMIANG — Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (18/5/2026), guna meninjau progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Polri pascabencana hidrometeorologi sekaligus memperkuat sinergitas lintas sektor dalam mendukung pelayanan masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh turut didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki bersama sejumlah pejabat utama Polda Aceh, di antaranya Irwasda, Karorena, Karolog, Dirlantas, Kabid Humas Polda Aceh, serta jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Aceh.
Rangkaian kegiatan diawali di Mapolres Aceh Tamiang. Kedatangan rombongan disambut langsung Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi, S.H., M.H., bersama jajaran personel melalui prosesi hormat jajar, penampilan tarian adat, hingga peusijuek oleh tokoh masyarakat setempat sebagai simbol penghormatan dan doa keselamatan.
Usai penyambutan, Kapolda Aceh meninjau langsung pembangunan Huntap Polri Tahap I dan Tahap II di Dusun Kelapa Sari, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target sehingga segera dapat ditempati personel Polri yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
Secara keseluruhan, pembangunan huntap yang ditinjau mencapai 216 unit rumah dengan rincian 50 unit rumah precast telah rampung 100 persen, 50 unit rumah Sistem Panel Instan (Ruspin) mencapai 100 persen, 50 unit rumah kayu mencapai progres 94 persen, 50 unit rumah konvensional berada pada progres 57 persen, serta 16 unit Ruspin Tahap II telah mencapai 8,3 persen.
Selain mengecek progres pembangunan hunian, Kapolda Aceh juga meninjau Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) serta meresmikan Lapangan Apel Duduk Setikar Polres Aceh Tamiang melalui penandatanganan prasasti. Lapangan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tahun 2025.
Dalam arahannya kepada personel Polres Aceh Tamiang, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Provinsi Aceh memiliki posisi strategis baik secara geografis, historis, maupun dalam konteks pembangunan nasional. Karena itu, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat harus terus dijaga bersama.
“Aceh saat ini menjadi salah satu provinsi paling aman di Pulau Sumatera. Kondisi ini harus terus dipertahankan melalui sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolda Aceh.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga etika, disiplin, integritas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas. Kapolda menegaskan agar anggota menjauhi berbagai bentuk pelanggaran seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, minuman keras, maupun tindakan lain yang dapat mencoreng nama baik institusi Polri.
Menurutnya, pelayanan publik yang humanis, cepat, profesional, dan responsif menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Penegakan hukum juga diminta dilakukan secara adil, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolda Aceh meminta seluruh jajaran terus meningkatkan pengungkapan kasus kriminal, memperkuat pemberantasan narkoba, serta menjaga sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan penuh keikhlasan serta menjadikan pengabdian sebagai kehormatan dalam bertugas,” tegasnya.
Usai kegiatan di Polres Aceh Tamiang, Kapolda Aceh dan rombongan melanjutkan silaturahmi ke Pendopo Bupati Aceh Tamiang. Kedatangan rombongan disambut langsung Bupati Aceh Tamiang bersama Ketua TP-PKK, unsur Forkopimda, Ketua DPRK, Kajari, Ketua Mahkamah Syariah, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua MPU, Ketua MAA, Ketua MPD, pimpinan Bank Aceh Syariah, Direktur PDAM, serta sejumlah tokoh daerah lainnya.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat melalui pengalungan bunga dan prosesi tepung tawar kepada Kapolda Aceh beserta Ketua Bhayangkari Daerah Aceh.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Polda Aceh terhadap masyarakat, khususnya dalam percepatan pembangunan fasilitas hunian bagi personel terdampak bencana.
Sementara itu, Kapolda Aceh kembali menegaskan bahwa sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat merupakan faktor penting dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Situasi keamanan yang aman dan kondusif harus terus dijaga bersama agar pembangunan daerah, pelayanan publik, serta aktivitas masyarakat dapat berjalan optimal,” pungkasnya.






