Pegawai SPBU Alur Bemban Minta Maaf, Perselisihan dengan Personel Damkar Aceh Tamiang Berakhir Damai

Headline357 Dilihat

ACEH TAMIANG — Perselisihan yang sempat terjadi antara oknum petugas operator SPBU Alur Bemban dengan personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang akhirnya diselesaikan secara damai melalui proses mediasi, Senin (18/5/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 14.00 WIB di SPBU Alur Bemban, Kabupaten Aceh Tamiang. Insiden bermula saat personel Damkar, Winanda Rozi, melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) untuk sepeda motor miliknya.

Dalam proses pengisian BBM itu, seorang oknum operator SPBU diduga melontarkan perkataan yang dianggap tidak menyenangkan dan menyinggung institusi Damkar dan BPBD Aceh Tamiang. Ucapan yang menyebut “Damkar BPBD makan gaji buta, tidak ada kerjanya” memicu emosi sejumlah personel Damkar yang mengetahui pernyataan tersebut.

Menindaklanjuti persoalan itu, pihak pengelola SPBU bersama Damkar dan BPBD Aceh Tamiang kemudian melakukan mediasi guna meredam ketegangan dan mencari solusi terbaik.

Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah oknum petugas SPBU diminta membuat video pernyataan permohonan maaf kepada Dinas Damkar dan BPBD Aceh Tamiang.

Selain itu, kedua pihak juga sepakat menggelar makan bersama sebagai bentuk mempererat kembali silaturahmi dan menjaga hubungan baik antara petugas SPBU dengan personel Damkar dan BPBD di lapangan.

Dalam kesepakatan itu juga ditegaskan agar tidak ada lagi hambatan terhadap pasokan BBM bagi kendaraan operasional Damkar dan BPBD yang digunakan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

Kepala Dinas Damkar Aceh Tamiang melalui Plt Kabid Pemadam Kebakaran Doni indrawan, ST berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Menurutnya, tugas Damkar dan BPBD merupakan tugas kemanusiaan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, sehingga membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak.

“Harapan kami, persoalan seperti ini tidak terjadi lagi. Tugas Damkar dan BPBD adalah tugas kemanusiaan untuk membantu masyarakat, sehingga penting bagi semua pihak untuk saling menghormati dan mendukung,” ujar Doni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *