“Banjir Reda, Harapan Mengalir”: Kemenkes Kirim 11 Ambulans untuk Pulihkan Layanan Kesehatan Aceh Tamiang

Berita19 Dilihat

ACEH TAMIANG – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyerahkan 11 unit mobil ambulans guna mempercepat pemulihan layanan kesehatan di daerah pasca-banjir bandang.

Penyerahan bantuan bertema “Banjir Reda, Harapan Mengalir” itu berlangsung di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (4/5/2026), dan menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah dalam memulihkan akses kesehatan masyarakat.

Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden RI, sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi Aceh Tamiang yang sempat lumpuh akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

Secara simbolis, penyerahan dilakukan oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, bersama Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin, SKM, M.Kes.

Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Drs. Syuibun Anwar, Asisten I Muslijar, S.Pd, MM, Kepala Dinas Kesehatan dr. Mustakim, M.Kes, Sp.DLP, Kepala Inspektorat Aulia Azhari, Kepala Bappeda M. Zein, Direktur RSUD Muda Sedia dr. Andika, serta para kepala Puskesmas se-Kabupaten Aceh Tamiang.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Mustakim, menjelaskan bahwa sebelumnya daerah tersebut telah menerima 10 unit ambulans melalui program CSR dan satu unit tambahan untuk rumah sakit. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak fasilitas kesehatan terdampak banjir yang membutuhkan dukungan operasional.

“Sebanyak 12 Puskesmas terdampak banjir masih memerlukan armada untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat. Bantuan ini diharapkan memperkuat ketahanan layanan kesehatan sesuai harapan Presiden,” ujarnya.

Ambulans baru itu akan disalurkan ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Muda Sedia, Puskesmas Karang Baru, Bandar Pusaka, Bendahara, Sungai Iyu, Banda Mulia, Kejuruan Muda, Kota Kualasimpang, Tamiang Hulu, Rantau, hingga Puskesmas Simpang Kiri.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pekerjaan Umum atas respon cepat pemerintah pusat dalam membantu pemulihan daerah.

“Banjir tidak hanya merusak rumah dan jalan, tetapi juga melumpuhkan akses layanan kesehatan masyarakat. Bantuan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat Aceh Tamiang,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Seluruh instansi penerima bantuan diminta menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal demi kepentingan masyarakat.

“Gunakan ambulans ini sepenuhnya untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Semoga pengabdian kita menjadi amal ibadah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin, menekankan bahwa bantuan kendaraan operasional dan genset harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi situasi darurat.

Ia juga mendorong pembentukan Emergency Medical Team (EMT) atau Tim Reaksi Cepat di Aceh Tamiang agar penanganan bencana di masa depan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

“Kami siap memberikan pelatihan manajemen bencana. Tenaga yang sudah dilatih jangan dimutasi agar kesiapan tim tetap terjaga,” tegas Agus.

Selain itu, Agus meminta layanan PSC 119 diperkuat, sehingga petugas kesehatan tidak hanya bertugas mengantar pasien, tetapi juga mampu melakukan stabilisasi medis di lokasi sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *