Wali Kota Langsa Serahkan Baitul Mal Award 2026, Tegaskan Zakat Harus Amanah dan Transparan

LANGSA – Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra menyerahkan Baitul Mal Award 2026 sekaligus menghadiri Pelaporan Pertanggungjawaban Penerimaan Tahun 2025 dan Penyaluran Zakat Senif Miskin bagi Pelajar se-Kota Langsa Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Pendopo Wali Kota Langsa, Senin (10/8/2026), dan dihadiri Wakil Wali Kota Muhammad Haikal Alfisyahrin, Ketua DPRK Langsa Melvita Sari, unsur Forkopimda, Ketua MPU, MAA, MPD, Mahkamah Syar’iyah, Rektor, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli, pimpinan OPD, camat, pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Langsa, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, kepala sekolah, para muzakki dan munfiq, insan media serta tamu undangan lainnya.

banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130

Dalam sambutannya, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan program Baitul Mal Kota Langsa.

Ia menegaskan, keterbukaan dan transparansi menjadi hal penting dalam pengelolaan zakat guna menjaga kepercayaan masyarakat.

“Baitul Mal harus terus menjaga keterbukaan dan transparansi, sehingga masyarakat dapat melihat bahwa zakat yang mereka titipkan benar-benar disalurkan kepada mereka yang berhak,” ujar Jeffry.

Ia juga meminta para kepala sekolah lebih aktif memperhatikan kondisi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu, khususnya terkait kebutuhan perlengkapan pendidikan.

Menurutnya, siswa yang tidak memiliki atau menggunakan perlengkapan sekolah yang sudah tidak layak, seperti seragam, sepatu, tas maupun buku, dapat segera dilaporkan kepada Baitul Mal untuk mendapatkan bantuan.

“Tidak ada tas, kita bantu tas. Tidak ada sepatu, kita bantu sepatu. Tidak ada buku, kita bantu buku. Tidak ada seragam, kita bantu seragam,” tegasnya.

Jeffry juga mengingatkan agar persoalan anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak dieksploitasi untuk kepentingan konten di media sosial. Ia meminta setiap persoalan masyarakat terlebih dahulu dikoordinasikan melalui sekolah, Baitul Mal, pemerintah gampong, kecamatan maupun perangkat terkait.

“Jangan sampai anak-anak kita yang kurang mampu dieksploitasi untuk kepentingan konten, sehingga muncul kesan seolah-olah pemerintah, sekolah, guru dan perangkat gampong tidak peduli. Selama pemerintah masih mampu menangani, mari kita selesaikan bersama melalui mekanisme yang ada,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota turut menegaskan bahwa dana Baitul Mal merupakan amanah umat yang tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan politik maupun kepentingan pribadi.

“Saya tegaskan kembali, kami tidak akan menjadikan Baitul Mal sebagai bancakan untuk kegiatan politik. Dana zakat tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan partai politik, tim sukses maupun kepentingan pribadi. Zakat yang Bapak dan Ibu titipkan akan kami salurkan kepada mereka yang memang berhak menerimanya,” tegas Jeffry.

Ia menyebutkan, dana Baitul Mal selama ini telah dimanfaatkan untuk membantu berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan, di antaranya korban banjir, janda lanjut usia, anak yatim, mualaf dan masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

“Bantuan juga telah disalurkan kepada anak yatim yang jumlahnya mencapai 3.169 orang. Kita juga membantu saudara kita yang mualaf, termasuk melalui rehabilitasi rumah. Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Langsa yang telah menunaikan zakat profesi melalui Baitul Mal. Ia mengajak masyarakat untuk terus mempercayakan zakat kepada Baitul Mal sebagai lembaga yang berwenang mengelola dan menyalurkannya.

“Insya Allah, kami akan terus menjaga kepercayaan tersebut dengan mengelola dan menyalurkan dana umat secara transparan, amanah dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Kota Langsa Muamar Qausar, S.Sos.I., dalam laporannya menyampaikan berbagai capaian pengelolaan zakat dan infak serta program penyaluran yang telah dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah Cabang Langsa. Baitul Mal terus menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat dan infak, salah satunya melalui layanan QRIS. Dalam waktu dekat, layanan tersebut juga ditargetkan tersedia melalui Action Mobile Banking Bank Aceh.

“Sekarang masyarakat sudah lebih mudah. Cukup menggunakan handphone melalui QRIS, zakat dan infak dapat langsung disetorkan ke Baitul Mal Kota Langsa,” ujar Muamar.

Ia melaporkan, penerimaan zakat sepanjang 2025 mencapai Rp2.292.982.392, sedangkan penerimaan infak sebesar Rp2.891.087.475, dengan total penerimaan mencapai Rp5.184.069.868.

Sementara total penyaluran zakat dan infak pada 2025 mencapai sekitar Rp5 miliar, masing-masing Rp2,5 miliar untuk zakat dan Rp2,5 miliar untuk infak. Dana yang disalurkan tersebut merupakan zakat dan infak yang dihimpun pada 2024.

Untuk penyaluran zakat senif miskin bagi pelajar dan santri tahun 2026, Baitul Mal mengalokasikan Rp357.500.000 untuk 2.783 penerima. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pelajar tingkat SD, SMP, MI, MTs, MA, mahasiswa perguruan tinggi serta santri dayah.

Selain bantuan pendidikan, dana infak juga disalurkan melalui berbagai program sosial. Di antaranya pembangunan dan rehabilitasi 17 unit rumah layak huni bagi fakir miskin, bantuan material rehabilitasi rumah kepada 87 penerima, bantuan tunai bagi 3.169 anak yatim dan piatu, bantuan biaya konsumtif bagi 351 penjaga pasien yang dirujuk berobat ke luar daerah, serta bantuan kitab kepada 43 santri dari keluarga kurang mampu.

Muamar menegaskan, seluruh pengelolaan zakat dan infak dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Baitul Mal telah menyiapkan laporan pertanggungjawaban yang memuat penerimaan, penyaluran serta penerima berdasarkan kelompok asnaf.

Ia juga menyampaikan bahwa penerimaan zakat pada 2026 diperkirakan mengalami penurunan akibat meningkatnya nilai nisab seiring kenaikan harga emas. Nisab zakat penghasilan saat ini berada pada kisaran Rp161,7 juta per tahun atau sekitar Rp13 juta per bulan, dengan kewajiban zakat sebesar 2,5 persen.

Meski demikian, Baitul Mal Kota Langsa berkomitmen terus menggali potensi zakat yang belum terhimpun secara optimal guna meningkatkan penerimaan dan memperluas manfaat bagi masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, Baitul Mal Kota Langsa juga memberikan Baitul Mal Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada para muzakki dan munfiq dari unsur pemerintahan, lembaga pendidikan, BUMN, BUMD serta pengusaha yang telah mendukung pengelolaan zakat dan infak melalui Baitul Mal Kota Langsa.
Untuk kategori pemerintahan, penerima penghargaan antara lain RSUD Langsa dengan kontribusi Rp1.494.813.168,44, Dinas Kesehatan Rp363.984.861,50, Sekretariat DPRK Rp97.444.294 dan Sekretariat Daerah Rp82.677.838.

Kategori instansi swasta/BUMN/BUMD diberikan kepada Bank Aceh Syariah Cabang Langsa sebesar Rp541.895.981, PTPN IV Regional VI Rp255.591.463, Perumda Air Minum Tirta Keumuneng Rp38.127.537, PT PLN UP3 Langsa Rp25 juta, PT Pekola Rp17.361.932, Bank Serambi Mekah Cabang Langsa Rp10.403.438 dan Karyawan/Karyawati BPJS Ketenagakerjaan Kota Langsa Rp2,5 juta.

Untuk kategori pendidikan tingkat SD, penghargaan diberikan kepada SD Negeri Percontohan Langsa sebesar Rp16.726.235, SD Negeri 8 Kota Langsa Rp14.744.796 dan SD Negeri 1 Matang Seulimeng Rp11.628.365.
Kategori pendidikan tingkat SMP masing-masing diberikan kepada SMP Negeri 3 Langsa sebesar Rp44.129.490, SMP Negeri 9 Langsa Rp42.371.351 dan SMP Negeri 1 Langsa Rp25.596.901. Sementara kategori perguruan tinggi diberikan kepada IAIN Langsa dengan kontribusi Rp60.003.391.

Adapun kategori perorangan diberikan kepada H. Sanusi Yahya sebesar Rp50 juta, Taufan Rp20 juta, Abdul Qayum Rp10 juta, Said Hanafiah (Apotik Razi Farma) Rp10 juta, Toko Narata Rp3,8 juta, Toko Kain My Tex Rp3 juta, Showroom Young Motor Rp2,9 juta dan UD. Melati Lestari Rp2,5 juta.

Dalam kegiatan yang sama juga dilakukan penyaluran simbolis zakat senif miskin pelajar 2026 kepada sejumlah sekolah. Di antaranya SD Negeri 8 Langsa sebesar Rp5,2 juta, MI 2 Paya Bujok Rp1,5 juta, SMP Negeri 3 Langsa Rp15,5 juta dan MTsN 1 sebesar Rp1,5 juta.

Muamar berharap dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap Baitul Mal Kota Langsa terus terjaga. Dengan demikian, pengelolaan zakat dan infak dapat semakin profesional, amanah, transparan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya fakir miskin dan mustahik lainnya.(S3M).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *