Kafilah Kecamatan Seruway keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan total 266 poin. Raihan tersebut terpaut cukup jauh dari tuan rumah, Kecamatan Karang Baru, yang menempati posisi kedua dengan 135 poin. Sementara peringkat ketiga diraih Kecamatan Bendahara dengan perolehan 124 poin.
Ketua Dewan Hakim, Syamsul Rizal, menegaskan bahwa seluruh keputusan yang telah ditetapkan dewan hakim bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Keberhasilan Kecamatan Seruway menjadi sorotan dalam perhelatan dua tahunan tersebut. Namun, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, mengingatkan bahwa hakikat MTQ tidak semata-mata tentang persaingan dan perebutan gelar juara.
Dalam sambutannya pada malam penutupan, Bupati Armia menegaskan bahwa tujuan utama mempelajari Al-Qur’an adalah untuk memperoleh petunjuk dan pedoman hidup.
“Hendaknya niat kita dalam mempelajari Al-Qur’an tidak hanya sebatas untuk memenangkan lomba, namun sebagai upaya mencari petunjuk dan prinsip menjalani kehidupan agar selamat dunia dan akhirat. Kalau Al-Qur’an teguh membumi, Insyaallah Aceh Tamiang akan semakin berkah,” ujarnya.
Bupati Armia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, mulai dari qari dan qariah, hafiz dan hafizah, hingga para khathath yang telah menampilkan kemampuan terbaik selama pelaksanaan MTQ.
Secara khusus, ia berpesan kepada kafilah Kecamatan Seruway dan para pemenang di seluruh cabang perlombaan agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, para juara harus tetap rendah hati dan terus meningkatkan kemampuan sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Aceh.
“Para juara harus terus mematangkan persiapan agar mampu menjadi duta terbaik yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Aceh Tamiang di tingkat provinsi,” katanya.
Kepada peserta yang belum berhasil meraih prestasi, Bupati Armia memberikan motivasi agar tetap bersemangat dan tidak putus asa dalam mempelajari Al-Qur’an.
“Terus belajar dan jangan putus asa, karena usaha tidak pernah mengkhianati hasil,” tuturnya.
Penyelenggaraan MTQ Ke-IX Kabupaten Aceh Tamiang diharapkan tidak hanya melahirkan generasi Qurani yang berakhlakul karimah, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di Bumi Muda Sedia.
Malam penutupan MTQ berlangsung meriah dan dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan rangkaian acara. Hadir dalam seremoni tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta sejumlah pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Post Views: 145