ACEH TAMIANG — Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhry, SE., MM, menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi, kerja nyata, dan komunikasi politik yang santun dalam memperkuat kepercayaan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Salim Fakhry saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Tamiang di halaman parkir WD Coffee, Kecamatan Karang Baru, Minggu (23/8/2026).
Kehadiran Salim Fakhry bersama jajaran pengurus, kader, tokoh lintas partai, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi bagian penting dalam agenda konsolidasi internal Golkar di Aceh Tamiang.
Dalam arahannya, Salim Fakhry turut mengapresiasi kekompakan Forkopimda dan masyarakat Aceh Tamiang dalam menghadapi serta memulihkan kondisi daerah pascabencana banjir besar.
“Saya salut dengan kekompakan Forkopimda Aceh Tamiang. Setelah bencana banjir yang begitu besar, masyarakat mulai bangkit dan pulih. Ini tidak terlepas dari kerja sama dan kebersamaan semua pihak,” ujar Salim Fakhry.
Ia juga mengingatkan seluruh kader Golkar agar membangun kekuatan politik melalui kerja nyata dan peningkatan kepercayaan masyarakat. Menurutnya, persaingan politik harus tetap dijalankan secara sehat tanpa mengganggu hubungan antarpelaku politik maupun partai.
“Siapa pun yang terpilih menjadi pengurus nantinya, mari bersama-sama membesarkan Partai Golkar. Jangan mengambil kursi partai lain, tetapi berjuanglah untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata,” katanya.
Salim Fakhry sekaligus memberikan apresiasi terhadap capaian Golkar Aceh Tamiang pada periode sebelumnya. Perolehan kursi partai di DPRK Aceh Tamiang berhasil meningkat dari dua menjadi empat kursi.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi jajaran Golkar untuk terus memperkuat organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Dalam proses pergantian kepengurusan, Salim Fakhry meminta seluruh kader mengedepankan musyawarah mufakat. Ia berharap hasil Musda VI tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga pijakan untuk memperkuat konsolidasi menghadapi agenda politik mendatang.
Kehadiran Ketua DPD I Partai Golkar Aceh tersebut merupakan bagian dari rangkaian safari Musda Golkar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Sebelumnya, Salim Fakhry menghadiri agenda serupa di Nagan Raya, Bireuen, dan Aceh Utara.
Adriadi Kembali Pimpin Golkar Aceh Tamiang
Musda VI DPD II Partai Golkar Aceh Tamiang kemudian menetapkan Adriadi, SE, kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Aceh Tamiang periode 2025–2030. Adriadi terpilih secara aklamasi.
Usai kembali dipercaya memimpin, Adriadi menegaskan pihaknya akan melanjutkan konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan perolehan kursi Golkar di DPRK Aceh Tamiang pada Pemilu legislatif mendatang.
“Pada periode kepemimpinan saya yang lalu, kursi Partai Golkar di parlemen Aceh Tamiang mampu kita tingkatkan dari dua kursi menjadi empat kursi. Penambahan kursi ini akan terus kita upayakan pada Pileg mendatang,” kata Adriadi.
Ia mengatakan target tersebut akan ditempuh melalui penguatan struktur partai, konsolidasi kader, serta peningkatan kepercayaan masyarakat.
Tak hanya membidik tambahan kursi legislatif, Adriadi juga membuka peluang Golkar Aceh Tamiang mengusung kader sendiri dalam kontestasi pemilihan kepala daerah mendatang.
“Kita yakin, pada Pilkada mendatang akan muncul calon Bupati Aceh Tamiang dari kader Partai Golkar,” ujarnya.
Musda VI turut dihadiri sejumlah tokoh politik dan unsur pemerintahan daerah, di antaranya anggota DPR RI Fraksi Golkar Ilham Pangestu, anggota DPRA M. Rizky, anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh Muhammad Zakiruddin, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH, serta Ketua Partai NasDem Aceh Tamiang Maulizar Zikri.
Selain itu, hadir jajaran pengurus, kader, dan simpatisan Partai Golkar serta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Aceh Tamiang.
Dengan kepemimpinan Adriadi untuk periode berikutnya, Golkar Aceh Tamiang dihadapkan pada tantangan memperkuat mesin organisasi sekaligus mempertahankan tren peningkatan elektoral yang telah dicapai pada periode sebelumnya.










