Putri Penyitas Banjir Aceh Tamiang Zilqueensa Terpilih Paskibraka Nasional di Istana

Headline, Nasional310 Dilihat

ACEH TAMIANG — Air bah pernah merendam rumahnya. Hari-hari yang seharusnya diisi dengan belajar dan mengejar mimpi sempat berganti dengan suasana cemas akibat banjir yang melanda Aceh Tamiang. Namun, bagi Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang, musibah tak pernah menjadi alasan untuk berhenti melangkah.

Siswi SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru itu kini menorehkan sejarah. Putri Aceh Tamiang tersebut resmi terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2026, mewakili Provinsi Aceh untuk bertugas di Istana Negara pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

banner 400x130

Kabar bahagia itu diumumkan melalui siaran langsung Direktorat Penyelenggara Program Paskibraka Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Senin (22/6/2026), sekitar pukul 10.30 WIB.

Di balik senyum dan kebanggaan yang kini menyelimuti keluarga serta masyarakat Aceh Tamiang, tersimpan perjalanan panjang yang tidak mudah. Sebelum melangkah ke tingkat nasional, Zilqueensa terlebih dahulu menjadi yang terbaik dalam seleksi Paskibraka Provinsi Aceh yang diumumkan pada 10 Mei lalu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, S.STP, mengatakan perjuangan panjang siswi berprestasi itu akhirnya berbuah manis.

“Perjuangan panjang Zilqueensa telah membuahkan hasil. Sebelumnya, ia sukses meraih peringkat pertama pada seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Aceh,” ujar Devi.

Kebahagiaan atas pencapaian tersebut tak mampu disembunyikan. Dengan penuh rasa syukur, Devi menyebut bahwa pintu Istana Negara akhirnya terbuka bagi putri terbaik Aceh Tamiang.

“Alhamdulillah ya Allah, akhirnya pintu Istana terbuka untuk putri Aceh Tamiang. Ini merupakan hasil dari usaha dan perjuangan yang tidak sia-sia,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan Zilqueensa, mulai dari BPIP RI, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodim 0117 Aceh Tamiang, Polres Aceh Tamiang, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), pihak sekolah, hingga tim Kesbangpol Aceh Tamiang.

Namun, kisah Zilqueensa bukan sekadar cerita tentang keberhasilan menembus seleksi nasional. Ada cerita lain yang membuat pencapaiannya terasa lebih istimewa.

Beberapa waktu lalu, gadis muda itu merupakan salah satu penyintas banjir yang melanda Aceh Tamiang. Bencana yang memaksa banyak warga bertahan di tengah keterbatasan ternyata tidak memadamkan semangatnya. Justru dari situ, ketangguhan dan daya juangnya semakin terasah.

“Zilqueensa mencerminkan karakter asli generasi muda Aceh Tamiang yang pantang menyerah. Selamat atas prestasi luar biasa yang telah dicapai,” kata Devi.

Di tengah berbagai keterbatasan yang pernah dihadapinya, Zilqueensa membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal asal-usul dan keadaan. Dari daerah yang sempat diterjang banjir, dari rumah yang pernah dikepung genangan air, kini langkahnya akan menginjak halaman Istana Negara.

Bagi masyarakat Aceh Tamiang, keberhasilan Zilqueensa bukan hanya tentang terpilihnya seorang anggota Paskibraka Nasional. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa harapan selalu menemukan jalannya, dan bahwa dari tanah yang pernah diterpa bencana, lahir generasi yang mampu mengibarkan Merah Putih di jantung republik.

Sebuah kisah tentang ketabahan, perjuangan, dan mimpi seorang putri dari Bumi Muda Sedia yang akhirnya membuka pintu Istana Negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *