Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Azwanil Fakhri, S.ST., M.I.Kom, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap nomor-nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan pejabat daerah.
“Hari ini beberapa ASN mengaku menerima pesan maupun panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Nomor tersebut menggunakan foto profil dan identitas yang menyerupai kepala dinas maupun kepala badan yang baru dilantik pada 1 Juli 2026,” ujar Azwanil, Jumat (3/7/2026).
Pria yang akrab disapa Zuwan itu menegaskan, nomor-nomor yang beredar bukan milik para pejabat dimaksud. Seluruhnya merupakan tindakan pencatutan identitas yang diduga dilakukan untuk menjalankan aksi penipuan.
“Ini jelas merupakan penipuan yang mencatut nama pejabat Aceh Tamiang. Jangan dilayani, apalagi jika meminta uang, data pribadi, atau informasi penting. Sebaiknya langsung blokir nomor tersebut,” tegasnya.
Menurut Zuwan, pelaku kejahatan siber kini semakin canggih dengan memanfaatkan nama pejabat publik untuk membangun kepercayaan calon korban. Modus seperti ini kerap digunakan untuk meminta transfer uang, meminta bantuan tertentu, hingga memperoleh data pribadi yang dapat disalahgunakan.
Karena itu, masyarakat dan ASN diimbau agar tidak mudah percaya terhadap pesan maupun panggilan dari nomor baru yang mengatasnamakan pejabat pemerintah sebelum melakukan konfirmasi melalui jalur resmi.
“Jangan pernah memberikan data pribadi, kode OTP, PIN, password, maupun melakukan transfer kepada siapa pun yang mengaku pejabat atau instansi pemerintah tanpa memastikan kebenarannya,” kata Zuwan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya lima pejabat yang identitasnya dicatut dalam aksi tersebut, yakni Tri Kurnia (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah), Iman Suhery, S.STP., M.SP (Kepala Bappeda), Drs. Sepriyanto (Kepala Dinas Perhubungan), Dra. Fauziati (Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi), serta Muhammad Farij, S.STP., M.SP (Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian).
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat daerah, sehingga potensi korban dapat diminimalkan dan penyalahgunaan identitas dapat segera ditindaklanjuti.
Edukasi: Kenali Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Pejabat
Maraknya pencatutan identitas pejabat merupakan salah satu bentuk social engineering, yaitu upaya pelaku memanipulasi korban agar secara sukarela memberikan uang atau informasi penting.
Berikut langkah yang perlu dilakukan:
– Jangan langsung percaya pada foto profil atau nama kontak WhatsApp, karena keduanya dapat dipalsukan.
– Selalu verifikasi melalui nomor resmi instansi atau sekretariat jika menerima pesan yang mencurigakan.
– Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, password, atau data perbankan kepada siapa pun.
– Abaikan dan blokir nomor yang meminta transfer uang, pembelian pulsa, voucher, atau bantuan lainnya dengan mengatasnamakan pejabat.
– Simpan bukti percakapan dan laporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi penipuan.
Kewaspadaan masyarakat menjadi benteng utama dalam mencegah kejahatan digital. Semakin cepat informasi penipuan dikenali dan dilaporkan, semakin kecil peluang pelaku untuk memakan korban.
Post Views: 242