Bupati Armia Sidak Pasar Kualasimpang, Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali

Ekonomi, Pemerintah133 Dilihat

ACEH TAMIANG — Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kualasimpang, Jumat (14/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok sekaligus memantau perkembangan harga di tingkat pedagang.

Dalam sidak tersebut, Armia menyambangi sejumlah lapak, mulai dari pedagang sembako, daging hingga sayur-mayur. Ia berdialog langsung dengan pedagang untuk memperoleh informasi mengenai kondisi pasokan dan pergerakan harga sejumlah komoditas utama, seperti beras, minyak goreng, cabai, telur dan daging ayam.

banner 400x130 banner 400x130 banner 400x130

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan stok bahan pangan masyarakat cukup dan harganya tetap stabil. Dari hasil dialog dengan para pedagang, secara umum pasokan masih aman dan kenaikan harga relatif terkendali,” kata Armia.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai. Berdasarkan informasi pedagang, harga cabai merah saat ini berada di kisaran Rp25.000 per kilogram, turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp30.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai hijau dijual sekitar Rp30.000 per kilogram dan cabai rawit sekitar Rp60.000 per kilogram. Harga kedua jenis cabai tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan cabai merah.

Selain memantau harga, Bupati Armia juga memastikan rantai distribusi bahan pangan dari distributor hingga pedagang eceran berjalan lancar. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan tidak ada hambatan distribusi yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasar.

Armia juga mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak di luar batas kewajaran. Ia meminta para pedagang turut menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan pasar agar aktivitas perdagangan berlangsung nyaman bagi masyarakat.

Peninjauan tersebut dilanjutkan dengan evaluasi bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Tamiang. Evaluasi dilakukan untuk merumuskan langkah antisipasi apabila terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu.

Pemkab Aceh Tamiang menilai pemantauan langsung ke pasar penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan. Dengan memastikan stok tersedia dan harga tetap wajar, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat terpenuhi tanpa menimbulkan tekanan berlebihan terhadap daya beli.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Posting Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *