Setelah Hattrick Juara, Seruway Memulai Perjalanan Baru Menuju MTQ Aceh 2027

Headline, Religi45 Dilihat

Di ruang sederhana Kantor Camat Seruway, sebuah piala bergilir kini berdiri dengan makna yang berbeda. Bukan lagi sekadar simbol kemenangan, tetapi saksi perjalanan panjang sebuah kecamatan yang membangun prestasi melalui pembinaan Al-Qur’an yang tak pernah berhenti.

Sorak-sorai penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-IX Kabupaten Aceh Tamiang memang telah usai. Namun bagi keluarga besar Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Seruway, perjalanan sesungguhnya justru baru dimulai.

Mereka tak lagi berbicara tentang bagaimana menjadi juara. Kini yang dibicarakan adalah bagaimana membawa nama Aceh Tamiang bersaing di panggung MTQ Provinsi Aceh 2027 yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Prestasi yang diraih Seruway tahun ini bukan kemenangan biasa. Pada MTQ Kabupaten Aceh Tamiang ke-IX yang berlangsung 8–11 Juli 2026 di halaman Islamic Center Karang Baru, Seruway kembali dinobatkan sebagai Juara Umum. Gelar itu melengkapi catatan gemilang yang telah mereka ukir sejak tiga tahun terakhir.

Tahun 2023, Seruway meraih juara umum di halaman Tribun Kantor Bupati Aceh Tamiang. Setahun kemudian, saat menjadi tuan rumah di Pesantren Ma’had Al Fuad, gelar itu berhasil dipertahankan. Dan pada 2026, di Karang Baru, sejarah kembali ditulis.

Tiga penyelenggaraan. Tiga lokasi berbeda. Satu nama tetap berdiri di podium tertinggi: Kecamatan Seruway.

Lebih dari itu, tiga kemenangan beruntun tersebut membuat Piala Juara Umum resmi menjadi milik tetap Kecamatan Seruway, sesuai ketentuan penyelenggaraan MTQ. Sebuah pencapaian bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat dan belum pernah diraih kecamatan lain di Aceh Tamiang.

Namun di balik piala itu, tersimpan kisah yang jarang terlihat.

Ada anak-anak yang mengulang hafalan hingga larut malam. Ada guru mengaji yang sabar memperbaiki makhraj dan tajwid. Ada para orang tua yang rela meluangkan waktu mengantar anak-anak mengikuti latihan. Ada imam kampung, pengasuh dayah, ustaz dan ustazah, guru sekolah, hingga tokoh masyarakat yang tanpa lelah menjaga semangat generasi Qurani.

Semua menjadi bagian dari perjalanan panjang yang tak tampak di atas panggung.

Ketua LPTQ Kecamatan Seruway, H. Saiful Umar, S.Ag., menyebut keberhasilan itu lahir dari kebersamaan, bukan dari kerja satu atau dua orang.

“Kemenangan ini adalah buah dari kerja kolektif, ketekunan para peserta, komitmen seluruh pengurus LPTQ, serta dukungan nyata dari semua pihak. Semua bahu-membahu mendukung pembinaan yang berkelanjutan, sehingga kami mampu bertahan di puncak selama tiga gelaran berturut-turut di berbagai lokasi yang berbeda dan mengantarkan piala ini menjadi milik daerah kita,” ujarnya.

Ucapan itu bukan sekadar ungkapan syukur. Di baliknya ada pengakuan bahwa prestasi dibangun melalui sinergi yang panjang antara pemerintah kecamatan, para kepala mukim, Forum Datok, imam kampung, pesantren, dayah, sekolah, hingga masyarakat yang menjadikan pembinaan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sebagai ungkapan syukur atas capaian tersebut, Kecamatan Seruway menggelar Tasyakuran di Kantor Camat Seruway. Suasana berlangsung hangat sekaligus khidmat. Hadir langsung Bupati Aceh Tamiang Drs. Irjen Pol (Purn.) Armia Pahmi, S.H., M.H., Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, Kejaksaan Negeri, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Kepala Dinas Sosial, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kehadiran para pemimpin daerah bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi bentuk penghargaan atas kerja panjang yang telah melahirkan prestasi membanggakan bagi Aceh Tamiang.

Di tengah suasana syukuran itu, kebahagiaan para kafilah semakin lengkap ketika mereka menerima bonus sebagai bentuk apresiasi. Dukungan tersebut datang dari Ibu Camat Seruway, Ketua Forum Datok, serta H. Kamaruddin Abtami, yang memberikan penghargaan kepada seluruh peserta sebagai penyemangat agar terus berprestasi.

Namun, euforia itu tak berlangsung lama.

Beberapa hari setelah perayaan usai, LPTQ Seruway kembali menggelar evaluasi. Catatan demi catatan dibuka. Cabang yang sudah unggul dipertahankan. Yang masih memiliki kekurangan mulai diperbaiki.

Sebab mereka sadar, lawan berikutnya bukan lagi kecamatan lain, melainkan para juara terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh.

“Prestasi ini harus menjadi penyemangat, bukan membuat kami cepat puas. Justru sekarang kami harus bekerja lebih keras agar mampu membawa nama Aceh Tamiang di tingkat provinsi,” kata H. Saiful Umar.

Kalimat itu menggambarkan semangat baru yang kini tumbuh di Seruway.

Bagi mereka, kemenangan bukanlah garis akhir. Piala yang kini menjadi milik tetap hanyalah penanda bahwa kerja keras selama ini tidak sia-sia. Tantangan berikutnya jauh lebih besar: menjaga kualitas pembinaan, melahirkan generasi Qurani yang lebih baik, dan mengharumkan nama Aceh Tamiang di MTQ Provinsi Aceh 2027.

Lampu panggung MTQ Kabupaten Aceh Tamiang ke-IX memang telah dipadamkan.

Namun di Seruway, cahaya itu justru mulai dinyalakan kembali.

Perjalanan menuju Abdya telah dimulai. Di setiap ayat yang terus dihafal, di setiap suara tilawah yang kembali bergema dari meunasah dan pesantren, tersimpan harapan besar bahwa suatu hari nanti, nama Seruway tidak hanya dikenang sebagai juara di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu mengukir prestasi di panggung MTQ Provinsi Aceh.

Karena bagi masyarakat Seruway, kemenangan sejati bukan hanya membawa pulang piala, melainkan menjaga Al-Qur’an tetap hidup di hati setiap generasi.